KALBARHUB.COM – Isu penyebaran paham radikal di kalangan pelajar menjadi perhatian serius di Kota Singkawang dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Kepala SMP Negeri 3 Singkawang, Risma Purnama, mengaku prihatin terhadap potensi masuknya paham radikal di lingkungan pendidikan.
“Saya sebagai kepala sekolah tentu sangat prihatin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pembatasan penggunaan internet bagi siswa, khususnya di tingkat SD dan SMP yang masih memerlukan pengawasan ketat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata,” katanya.
Selain itu, pihak sekolah juga terus memperkuat pendidikan karakter sebagai benteng utama bagi siswa. Nilai-nilai seperti toleransi, cinta tanah air, saling menghargai, dan empati ditanamkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi kunci agar peserta didik tidak mudah terpapar paham radikal.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, turut menyoroti pentingnya pembatasan penggunaan internet bagi anak-anak.
Ia menyatakan dukungannya terhadap pembatasan akses digital, khususnya bagi anak di bawah umur, sebagai langkah perlindungan dari paparan konten negatif.
“Sekaligus mencegah dampak negatif terhadap perkembangan kecerdasan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan perangkat seperti telepon genggam, laptop, dan komputer harus diarahkan pada konten yang bersifat edukatif.
Ia mencontohkan materi pembelajaran yang relevan seperti pengetahuan tentang alam, hewan, sejarah, dan budaya.
Dengan pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat pendidikan, tetapi juga terlindungi dari konten yang berpotensi merugikan.









