KALBARHUB.COM – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat. Hal itu disampaikannya saat membuka Coffee Morning Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan IPM Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih, Pontianak, Kamis (2/7/2026).
Menurut Ria Norsan, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat tahun 2025 telah mencapai angka 72,09. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Namun, capaian ini bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kalimantan Barat pada 2025 mencapai 72,09 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 71,19. Capaian tersebut menempatkan Kalbar dalam kategori IPM tinggi sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah provinsi ini.
Meski demikian, Ria Norsan menegaskan peningkatan IPM harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin baik, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada sektor pendidikan, Pemprov Kalbar terus menjalankan berbagai program seperti internet gratis untuk sekolah, Gerakan Desa SAKTI (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah), serta dukungan terhadap Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah memperkuat layanan melalui pengembangan rumah sakit regional, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC), percepatan penurunan stunting, serta upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Adapun pada sektor ekonomi, pemerintah terus menggulirkan program pengendalian inflasi, pasar murah, bantuan sosial, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, pemberdayaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.
Ria Norsan meminta Satgas Percepatan IPM bekerja secara kolaboratif dengan mengedepankan perencanaan berbasis data, disertai sistem monitoring dan evaluasi agar setiap program benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis IPM Kalimantan Barat akan terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Saichudin mengatakan laju peningkatan IPM Kalbar saat ini lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional, meski secara angka masih menjadi yang terendah di Pulau Kalimantan.
Menurutnya, peningkatan kualitas data dan sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran.









