KALBARHUB.COM – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung puluhan warga yang menjalani perawatan akibat diduga mengalami keracunan makanan di RSUD Pontianak Utara, Selasa (9/6/2026). Hingga hari itu, tercatat sebanyak 56 warga mendapat penanganan medis setelah mengalami gejala seperti muntah, diare, pusing, dan demam.

Salah satu pasien yang dirawat adalah William (10), warga Pontianak Utara. Kakaknya, Ardeanus Rato (18), mengatakan adiknya mulai merasakan gejala pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB setelah mengonsumsi makanan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung sehari sebelumnya.

“Mulai sakitnya dari jam 3 subuh. Gejalanya pusing, mual, mencret, dan muntah-muntah. Kemarin sempat lemah dan demam tinggi,” ujarnya.

Karena kondisi William cukup lemah, keluarga segera membawanya ke RSUD Pontianak Utara untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani perawatan selama satu malam, kondisinya mulai membaik meski masih dalam pemantauan tenaga medis.

Menurut Ardeanus, selain William, ibu dan dua adiknya juga mengalami gejala serupa, namun dengan kondisi yang lebih ringan.

Ia menjelaskan makanan yang dikonsumsi saat kegiatan tersebut terdiri dari beberapa jenis lauk, seperti ayam, telur, dan tumis buncis.

“Ada ayam, telur, dan buncis yang ditumis. Katanya telur yang dimakan rasanya agak kurang enak,” katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Saya hari ini berada di Rumah Sakit Pontianak Utara untuk melihat langsung pelayanan terhadap warga yang masuk karena keracunan makanan. Sampai hari ini ada kurang lebih 56 pasien yang sudah kita rawat,” ujarnya.

Edi mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

“Penyebabnya masih kita teliti melalui pemeriksaan laboratorium. Tetapi yang terpenting saat ini adalah penanganan cepat dan keselamatan pasien,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, Edi memastikan seluruh biaya pengobatan warga yang terdampak akan ditanggung Pemerintah Kota Pontianak.

“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” katanya.

Menurutnya, sebagian makanan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut juga dibawa pulang oleh peserta sehingga beberapa anggota keluarga turut mengalami gejala yang sama.

“Mudah-mudahan dalam satu sampai dua hari ke depan kondisi mereka semakin membaik dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.