KALBARHUB.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada perayaan Idul Fitri 1447 H, Minggu (22/3/2026). Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggelar tradisi Makan Saprahan sebagai bagian dari agenda utama dalam menyambut masyarakat dan tamu yang hadir.

Tradisi khas Melayu tersebut diikuti oleh keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Makan Saprahan tidak hanya menjadi jamuan makan bersama, tetapi juga simbol kesetaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai persaudaraan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ria Norsan tampak membaur tanpa sekat bersama para tamu. Ia duduk bersila bersama masyarakat dalam satu hamparan kain seprah yang diisi hidangan untuk dinikmati secara komunal.

Beragam hidangan khas Kalbar turut disajikan, seperti Pacri Nenas, Ketupat Patlau, rendang daging, opor ayam, hingga sayur dalca yang dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Gubernur Ria Norsan mengatakan bahwa tradisi Makan Saprahan merupakan cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat yang harus terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, semua duduk bersama menikmati berkah yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi ini penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan keharmonisan sosial di masyarakat.

“Makan Saprahan mengajarkan adab, kebersamaan, dan gotong royong. Jika semangat ini kita jaga, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis,” tambahnya.

Acara berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, serta mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai upaya nyata pelestarian budaya lokal di momentum hari raya Idul Fitri.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.