KALBARHUB.COM – Inovasi GESTUR (Gerakan Satu Hari Satu Telur) berhasil meraih juara pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi nyata dalam percepatan penurunan stunting. Penggagas GESTUR, Ade Nugraha Aji, S.Tr.Gz, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat.
Penghargaan diserahkan pada acara Ramah Tamah Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke-19 Tahun 2026 yang dihadiri Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya, di Aula Pamong Praja Kantor Bupati Kubu Raya
Ade Nugraha Aji mengatakan, GESTUR lahir pada 2024 dari semangat “Kepong Bakol” atau gotong royong lintas sektor di Kecamatan Terentang, khususnya wilayah kerja Puskesmas Sungai Radak. Program tersebut dikembangkan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani anak melalui gerakan makan satu butir telur setiap hari sebagai upaya mencegah stunting.
“Keberhasilan ini bukan milik saya pribadi, tetapi hasil kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, lintas sektor hingga masyarakat yang memiliki semangat yang sama untuk mencegah stunting,” ujar Aji.
Menurut Ahli Pertama Nutrisionis Puskesmas Sungai Radak itu, inovasi pelayanan publik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui langkah yang sederhana, mudah diterapkan, murah, dan berkelanjutan.
Ia menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas sehingga intervensi pemenuhan gizi harus dilakukan sejak dini.
“Bagi saya, keberhasilan inovasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi ketika semakin banyak anak tumbuh sehat, status gizinya membaik, dan terbebas dari stunting,” katanya.
Pelaksanaan GESTUR sendiri terintegrasi dengan Tim Gerak Gabungan Atasi Stunting (TEGAS) Kecamatan Terentang sehingga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, hingga masyarakat dalam satu gerakan bersama.
Keberhasilan program tersebut kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mereplikasi GESTUR di seluruh wilayah. Pada 2025, inovasi itu diterapkan di 21 puskesmas melalui Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor 17/8 Tahun 2025.
Selama enam bulan pelaksanaan, sebanyak 1.266 anak telah menerima manfaat dari program tersebut. Sepanjang 2025, GESTUR juga berhasil menyalurkan 227.880 butir telur ayam kepada anak-anak sasaran sebagai upaya memenuhi kebutuhan protein hewani.
Selain penguatan intervensi gizi, GESTUR juga bertransformasi secara digital melalui website Gesturin Aja yang menjadi media edukasi sekaligus sarana pemantauan kepatuhan konsumsi telur bagi anak sasaran.
Aji menjelaskan telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mudah diperoleh, terjangkau, dan kaya berbagai zat gizi penting, seperti protein, kolin, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, asam folat, zat besi, selenium, fosfor, seng, serta asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak.
“Harapan kami, GESTUR terus berkembang menjadi gerakan bersama. Dengan semangat satu hari satu telur, kita ingin menciptakan generasi Kabupaten Kubu Raya yang sehat, cerdas, unggul, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.









