KALBARHUB,COM – Sebanyak 50 siswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat menerima Beasiswa ADEM Kalbar Tahun 2026 untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Kota Pontianak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menjelaskan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Daerah Khusus merupakan program pemerintah pusat yang telah berjalan sejak 2012. Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi siswa dari wilayah 3T memperoleh akses pendidikan yang lebih baik di ibu kota provinsi.

“Melalui program ini diharapkan anak-anak dari daerah 3T dapat mengejar ketertinggalan dan membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama serta mampu bersaing dengan siswa di daerah perkotaan,” ujarnya saat kegiatan serah terima dan pembekalan penerima Beasiswa ADEM Daerah Khusus Tahun 2026.

Menurut Faisal, penerima program tidak dipilih berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, melainkan berasal dari wilayah 3T yang telah ditetapkan pemerintah. Selanjutnya, Dinas Pendidikan kabupaten/kota mengusulkan siswa yang dinilai memiliki potensi serta kesiapan mengikuti pendidikan di luar daerah asalnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Nilai akademik bukan satu-satunya penilaian, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan siswa menjalani pendidikan di Pontianak.

Seluruh penerima beasiswa akan menempuh pendidikan sejak kelas X hingga lulus kelas XII. Selama mengikuti program, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup ditanggung pemerintah pusat melalui Program ADEM.

“Para siswa juga tinggal bersama orang tua asuh yang sebagian besar merupakan guru di sekolah tempat mereka belajar. Mereka akan mendampingi siswa selama menjalani pendidikan di Pontianak,” katanya.

Tahun ini, para penerima Beasiswa ADEM Kalbar ditempatkan di delapan sekolah negeri di Kota Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 7 Pontianak, SMA Negeri 8 Pontianak, SMK Negeri 1 Pontianak, SMK Negeri 3 Pontianak, SMK Negeri 5 Pontianak, dan SMK Negeri 9 Pontianak. Setiap sekolah menerima sekitar lima hingga enam siswa.

Faisal mengatakan selama program berjalan belum pernah ada peserta yang tidak naik kelas. Pemerintah berharap seluruh siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik hingga menyelesaikan pendidikan.

Adapun wilayah asal penerima program berasal dari daerah 3T di sejumlah kabupaten, seperti Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sanggau, dan Sambas. Namun yang dimaksud bukan ibu kota kabupaten, melainkan wilayah terpencil dan perbatasan, seperti Kecamatan Ketungau di Kabupaten Sintang maupun Kecamatan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu yang menjadi prioritas Program ADEM Daerah Khusus.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.