KALBARHUB.COM – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung kawasan Pantai Temajuk di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dalam rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa (GMD), Jumat (12/6/2026). Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat kondisi infrastruktur serta merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata perbatasan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat yang juga Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, Gubernur meninjau sejumlah titik di kawasan Pantai Temajuk sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dan pelaku usaha wisata setempat.
Menurut Norsan, Pantai Temajuk memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan Kalimantan Barat karena menawarkan panorama alam yang masih asri dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 60 kilometer serta lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
“Kunjungan ini kita fokuskan untuk melihat langsung kondisi Pantai Temajuk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang diperlukan agar kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan kawasan wisata tersebut harus didukung peningkatan akses jalan, fasilitas pendukung pariwisata, jaringan telekomunikasi yang memadai, serta ketersediaan listrik yang stabil untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
“Temajuk adalah salah satu permata wisata Kalimantan Barat. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Karena itu, pembangunan akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya harus terus kita dorong agar wisatawan semakin mudah dan nyaman berkunjung ke sini,” katanya.
Selain pengembangan infrastruktur, Norsan menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Kawasan Paloh diketahui menjadi habitat penyu yang dilindungi sehingga konsep ekowisata harus menjadi dasar dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Kita ingin pembangunan pariwisata di Temajuk berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Konsep ekowisata harus menjadi landasan utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya,” tegasnya.
Ia juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay, pengembangan kuliner lokal yang higienis dan berdaya saing, serta penguatan atraksi wisata berbasis alam dan budaya.
Menurutnya, posisi Temajuk yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Kita harus siap menyambut wisatawan dari negara tetangga. Ketika mereka memasuki wilayah Indonesia melalui Temajuk, yang mereka lihat harus mencerminkan wajah terbaik bangsa ini, mulai dari infrastruktur yang baik, lingkungan yang bersih, hingga keramahan masyarakatnya,” pungkasnya.









