KALBARHUB.COM – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat menyebut kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Penilaian tersebut berdasarkan laporan dan respons langsung dari para jemaah haji asal Kalimantan Barat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, Rabu (17/6/2026).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat, Kamaludin, mengatakan hingga saat ini belum ada hasil survei resmi yang menggambarkan tingkat kepuasan jemaah secara nasional. Namun berdasarkan informasi yang diterima dari para jemaah, berbagai aspek pelayanan dinilai lebih baik.

“Dari informasi yang kami terima langsung dari para jemaah, pelayanan haji tahun ini dinilai jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Kamaludin, peningkatan pelayanan dirasakan mulai dari transportasi, layanan konsumsi, akomodasi hotel hingga fasilitas tenda selama pelaksanaan ibadah haji.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menerima laporan keluhan yang bersifat umum dari jemaah Kalimantan Barat terkait pelayanan dasar selama berada di Arab Saudi.

“Tidak ada laporan seperti tidak mendapatkan makan, tidak mendapatkan hotel, atau tidak mendapatkan tenda. Baik dari petugas maupun jemaah Kalimantan Barat sendiri, kami tidak menerima laporan terkait masalah-masalah tersebut,” katanya.

Kamaludin menjelaskan, total jemaah dan petugas haji asal Kalimantan Barat yang mengikuti kepulangan reguler tahun ini berjumlah 1.845 orang, termasuk 17 petugas kloter.

Sebelumnya, sebanyak 11 jemaah telah lebih dahulu pulang secara mandiri karena alasan kesehatan, kedinasan maupun kebutuhan keluarga.

Terkait data jemaah wafat, Kamaludin menyebut terdapat tiga jemaah yang meninggal dunia selama penyelenggaraan haji tahun 2026.

“Satu orang meninggal di Arab Saudi, satu orang meninggal saat proses kepulangan di Jeddah, dan satu orang meninggal di Debarkasi Batam. Jadi total ada tiga jemaah yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Pemulangan jemaah haji Kalimantan Barat dimulai dengan kedatangan Kloter 14 yang sebelumnya mendarat di Debarkasi Batam. Dari total 444 jemaah, sebanyak 443 orang dijadwalkan tiba di Pontianak karena satu jemaah harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros Batam setelah mengalami gangguan kesehatan saat penerbangan.

“Alhamdulillah seluruh jemaah Kloter 14 pulang semua dari Arab Saudi. Hanya ada satu jemaah yang sakit di pesawat dan saat ini masih menjalani perawatan di Batam,” jelasnya.

Kamaludin juga menjelaskan mekanisme pemulangan jemaah haji yang melibatkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, panitia debarkasi, serta panitia daerah.

Menurutnya, tanggung jawab jemaah berpindah secara bertahap mulai dari PPIH Arab Saudi ke Debarkasi Batam, kemudian diserahkan kepada panitia daerah setelah tiba di Kalimantan Barat.

“Setelah diserahkan oleh ketua kloter, maka jemaah menjadi tanggung jawab panitia daerah. Begitulah mekanismenya,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang tiba di Debarkasi Batam mendapatkan waktu istirahat selama 24 jam sebelum diterbangkan kembali ke daerah asal masing-masing.

Pemulangan jemaah haji Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga seluruh kloter kembali ke daerah dalam kondisi aman dan sehat.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.