KALBARHUB.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong percepatan pembangunan dari tingkat desa melalui program strategis Gema Membangun Desa.

Program tersebut kembali digelar di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan program tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis desa.

“Program Gema Membangun Desa ini adalah prioritas utama saya bersama Bapak Wakil Gubernur Krisantus. Kami ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi langsung dari desa,” ujarnya.

Menurut Norsan, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di perkotaan, tetapi harus menyentuh masyarakat hingga ke tingkat pedesaan.

“Kami tidak ingin masyarakat desa merasa jauh dari pelayanan pemerintah. Inilah saatnya melakukan akselerasi pembangunan yang inklusif,” katanya.

Dalam pelaksanaan program di Desa Sambora, Pemerintah Provinsi Kalbar menghadirkan 19 layanan terpadu yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kalbar, Hironimus Hero, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Beberapa layanan yang diberikan antara lain operasi pasar dan pangan murah, pelayanan kesehatan dan keluarga berencana, hingga administrasi kependudukan serta pelayanan perizinan usaha bagi pelaku UMKM.

Hironimus menegaskan desa memiliki peran penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah karena sebagian besar potensi sumber daya alam berada di wilayah pedesaan.

“Pertanian di situ, perikanan di situ, pariwisata di situ. Semua potensi ekonomi ada di desa,” jelasnya.

Melalui program tersebut, pemerintah juga mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar desa mampu menciptakan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara mandiri.

Bupati Mempawah Erlina mengapresiasi kehadiran program tersebut karena dinilai memberi manfaat langsung kepada masyarakat desa.

“Inilah yang dibutuhkan masyarakat, yaitu pelayanan jemput bola. Antusias masyarakat sangat tinggi karena mereka merasakan langsung kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambora Fransiskus mengatakan program tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa, termasuk sektor wisata paralayang yang mulai berkembang.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan Pemprov Kalbar diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Dengan pelaksanaan Gema Membangun Desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis pembangunan berbasis desa dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kemandirian daerah.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.