KALBARHUB.COM – Desa-desa di wilayah perbatasan Kalimantan Barat kini didorong menjadi garda terdepan dalam pengawasan keimigrasian guna mencegah berbagai potensi pelanggaran lintas negara.

Untuk memperkuat pengawasan tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat mengoptimalkan peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Wahyu Hidayat mengatakan tantangan keimigrasian di wilayah perbatasan tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan dari aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa.

“Wilayah perbatasan memiliki kerawanan yang cukup kompleks, sehingga pengawasan harus diperkuat sampai ke desa-desa terluar,” ujarnya saat kegiatan evaluasi Program Desa Binaan Imigrasi di Hotel Mercure Pontianak, pada Senin, (25/5/2026).

Menurut Wahyu, keberadaan PIMPASA bukan hanya membantu pengawasan, tetapi juga meningkatkan literasi keimigrasian masyarakat dan membangun kesadaran hukum warga di kawasan perbatasan.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program tersebut berjalan efektif, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, instansi perlindungan pekerja migran, hingga tokoh masyarakat.

Sejumlah kantor imigrasi di Kalbar sendiri telah membentuk PIMPASA di beberapa desa perbatasan melalui Program Desa Binaan Imigrasi.

Dalam evaluasi program, Imigrasi Kalbar juga menyoroti pentingnya optimalisasi laporan harian dari PIMPASA agar potensi pelanggaran keimigrasian dapat lebih cepat terdeteksi.

Pembahasan tersebut turut melibatkan Direktorat Intelijen Keimigrasian, Polda Kalbar, dan BP3MI Kalbar, khususnya terkait pengawasan wilayah perbatasan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Penulis: Danish Imam Fahmi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.