KALBARHUB.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal Pontianak memberikan pelatihan pengelolaan desa wisata dan pelayanan berbasis hospitality kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Rel dan warga RW 03, Kelurahan Batu Layang, Kota Pontianak.

Pelatihan yang digelar di kawasan Bukit Rel pada Minggu (11/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata lokal.

Kegiatan ini menghadirkan Zulfikli, dosen pariwisata Politeknik Negeri Pontianak sekaligus Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kalimantan Barat. Peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan destinasi wisata dan penerapan Sapta Pesona sebagai dasar pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Zulfikli mengatakan, masyarakat perlu menjadi pelaku utama dalam pengembangan destinasi wisata agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

“Pariwisata bukan sekadar mendatangkan pengunjung, melainkan bagaimana menciptakan tata kelola wilayah yang memberikan dampak kemajuan nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Zulfikli.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

“Melalui program ini, kami ingin mendampingi masyarakat Bukit Rel dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kami berharap pelatihan ini dapat membantu warga meningkatkan kemampuan mengelola wisata, membuka peluang ekonomi, serta menjaga kelestarian lingkungan,” kata Adi.

Bagi warga, pelatihan ini juga menjadi dorongan untuk kembali mengembangkan kawasan wisata Bukit Rel yang menghadapi kendala akses jalan. Ketua Pokdarwis Bukit Rel, Kardi, mengungkapkan bahwa semangat warga sempat menurun karena kondisi jalan menuju lokasi mengalami kerusakan cukup berat.

Ia menyebutkan, akses jalan sepanjang sekitar tiga kilometer menjadi salah satu tantangan bagi pengembangan destinasi wisata tersebut.

“Semangat warga sempat menurun. Kehadiran program Pertamina dan pemaparan materi dari Pak Zul membuka wawasan baru serta membangkitkan kembali semangat kami untuk mengembangkan wisata Bukit Rel. Kami juga berharap perbaikan akses jalan mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait,” ungkap Kardi.

Melalui pelatihan tersebut, Pertamina berharap warga dan Pokdarwis Bukit Rel dapat menerapkan pengetahuan mengenai tata kelola destinasi serta pelayanan yang ramah dan nyaman bagi pengunjung.

Pengembangan wisata secara mandiri dan berkelanjutan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, memperluas manfaat ekonomi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta penciptaan pekerjaan layak. Selain itu, kegiatan tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-3 terkait penguatan kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja serta Asta Cita ke-6 mengenai pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.