KALBARHUB.COM – Terungkapnya keterlibatan oknum Avsec Bandara Supadio dalam kasus penyelundupan etomidate cair memicu sorotan terhadap sistem keamanan bandara.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti keterlibatan oknum Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio dalam kasus penyelundupan narkotika jenis etomidate cair yang berhasil diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Menurut Lasarus, kecil kemungkinan oknum Avsec itu menjalankan aksinya seorang diri. Ia menduga terdapat pihak lain yang turut membantu kelancaran penyelundupan tersebut sehingga seluruh pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Mustahil rasanya aksi seperti ini dilakukan sendirian. Saya minta aparat mengusut semua pihak yang terlibat dan menindak mereka secara hukum,” ujar Lasarus dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa dirinya telah menyampaikan peringatan terkait potensi penyelundupan narkoba saat peresmian status internasional Bandara Supadio pada Juni 2025.

Menurutnya, risiko tersebut seharusnya dapat diminimalkan melalui penguatan sistem pengawasan dan deteksi dini.

“Saya sudah mengingatkan sejak tahun lalu mengenai potensi penyelundupan narkoba. Hal ini semestinya bisa dicegah apabila koordinasi dan sinergi antarinstansi berjalan optimal,” tegasnya.

Lasarus berharap kasus yang terjadi di Bandara Supadio menjadi pelajaran bagi pengelola bandara di berbagai daerah.

Ia menilai perlu adanya evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem keamanan bandara guna mencegah kembali dimanfaatkannya fasilitas penerbangan sebagai jalur masuk narkoba maupun barang terlarang lainnya.

“Perlu dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem keamanan bandara agar kasus serupa tidak terulang di bandara lain di Indonesia,” pungkasnya.

 

Penulis: Danish Imam Fahmi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.