KALBARHUB.COM – Kesehatan relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian Betadine Indonesia. Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat, PT iNova Pharmaceuticals Indonesia menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan serta masyarakat di Pontianak dan Kubu Raya, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di PMI Kalbar tersebut melibatkan sedikitnya 100 relawan dan 50 warga. Peserta di antaranya berasal dari relawan gabungan pemadam Karhutla Pray for Kalimantan serta petugas yang terlibat dalam distribusi air bersih PMI Kalbar.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Betadine untuk mendukung para relawan yang menjalankan tugas kemanusiaan.
“Ini merupakan program berkelanjutan dari Betadine. Sebelumnya kita juga sudah lakukan dengan PMI di Jakarta dan hari ini kita lakukan dengan PMI Kalbar,” ujar Benyamin.
Menurutnya, kesehatan relawan perlu mendapat perhatian, terutama ketika mereka bertugas di tengah kondisi Karhutla dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Ia menilai para relawan telah bekerja keras membantu masyarakat, baik dalam penanganan kebakaran maupun penyaluran bantuan air bersih. Karena itu, kondisi fisik mereka perlu dijaga agar dapat terus menjalankan tugas.
“Relawan-relawan ini juga perlu dirawat dan dijaga. Untuk membantu masyarakat, mereka juga perlu berada dalam kondisi sehat,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Betadine dan PMI Kalbar memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri sebelum memberikan pertolongan kepada orang lain. Para peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis.
Benyamin berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan relawan dalam menjalankan tugas, termasuk memahami langkah pertolongan pertama saat dibutuhkan.
“Yang terpenting adalah menjaga yang merawat. Hal mulia yang dilakukan relawan sangat penting, tetapi kesehatan diri sendiri juga harus dijaga,” tuturnya.
Ketua PMI Provinsi Kalbar, Lismaryani, mengapresiasi dukungan Betadine Indonesia dalam memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan. Menurutnya, relawan yang terlibat dalam penanganan Karhutla menghadapi berbagai risiko kesehatan selama bertugas.
“Banyak keluhan dari relawan. Saat memadamkan api, ada yang mengalami sesak napas, asma, luka, dan berbagai keluhan lainnya,” ungkap Lismaryani.
Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk mengetahui kondisi relawan, terutama mereka yang terpapar asap dan menghadapi risiko di lapangan. Dukungan tersebut juga menambah pengetahuan relawan mengenai kesehatan dan penanganan awal.
Sementara itu, relawan Pray for Kalimantan, Asrul Putra Nanda, menyebut sejumlah relawan telah lebih dari 70 hari terlibat dalam penanganan Karhutla di berbagai wilayah, mulai dari Kubu Raya, Kota Pontianak, Ketapang hingga Kayong Utara.
“Teman-teman ini sudah lebih dari 70 hari memadamkan kebakaran lahan. Selain berjibaku memadamkan api, mereka juga harus memastikan logistik dan kesehatan tetap terpenuhi,” kata Asrul.
Ia menjelaskan, selama menjalankan tugas, pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan relawan, mulai dari makanan, vitamin, buah-buahan hingga kebutuhan medis. Hal itu dilakukan agar relawan tetap memiliki kondisi yang memadai untuk bertugas.
Asrul mengungkapkan, sejumlah relawan mengalami gangguan kesehatan, bahkan ada yang pingsan dan mengalami luka saat menjalankan tugas. Penanganan dilakukan dengan dukungan tim medis dan ambulans.
“Kami menjaga relawan selama 70 hari ini agar mereka bisa tetap efektif turun menangani kebakaran,” ujarnya.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Firdaus, menilai edukasi dan pemeriksaan kesehatan tersebut dapat memberikan pemahaman baru bagi relawan mengenai cara menjaga diri ketika bertugas dalam situasi berisiko.
Menurutnya, pengetahuan tentang penanganan yang tepat penting agar aktivitas kemanusiaan tidak justru membahayakan kesehatan relawan.
“Adanya PMI dan kegiatan ini memberikan pengetahuan serta pemahaman baru kepada mereka bahwa ada hal yang bisa dilakukan dan penanganan yang baik seperti ini,” ujar Firdaus.
Kolaborasi Betadine Indonesia dan PMI Kalbar diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kesehatan relawan yang telah berhari-hari terlibat dalam penanganan Karhutla. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau dan pemahaman yang lebih baik, relawan diharapkan dapat menjalankan tugas kemanusiaan dengan lebih aman.









