KALBARHUB.COM – DPRD Kota Pontianak mendesak Pemerintah Kota Pontianak segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana untuk menangani dampak kabut asap akibat karhutla dan air asin yang dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Agus Sugianto menilai keberadaan Satgas diperlukan agar penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Terlebih, kondisi saat ini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat dan kebutuhan air bersih.

Agus mengatakan dampak karhutla dan air asin berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ISPA, asma hingga diare. Karena itu, penanganan masyarakat terdampak dinilai membutuhkan mekanisme khusus.

Menurut Agus, keberadaan Satgas juga dapat mempermudah masyarakat mendapatkan penanganan ketika mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi bencana. Masyarakat tidak lagi kebingungan harus melapor ke mana atau menjalani proses seperti pasien dalam kondisi normal.

Agus mencontohkan, masyarakat yang mengalami ISPA akibat kabut asap maupun diare setelah mengonsumsi air yang tidak layak dapat langsung ditangani melalui mekanisme Satgas. Pemerintah juga dinilai perlu menyiapkan kebutuhan pendukung, seperti bantuan oksigen dan penanganan di puskesmas maupun tingkat kecamatan.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas akan membuat Pemkot lebih mudah memetakan kebutuhan masyarakat terdampak. Pemerintah dapat menentukan bentuk bantuan dan penanganan berdasarkan dampak yang muncul akibat karhutla, kekurangan air baku, serta masuknya air asin.

Agus meminta pembentukan Satgas tidak menunggu kondisi semakin parah. Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah sebelum muncul dampak yang lebih serius di tengah masyarakat.

“Kami dari anggota DPRD Kota Pontianak, saya selaku Wakil Ketua DPRD, meminta kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Pontianak segera membentuk Satgas Bencana. Jangan sampai bencana ini berlarut sampai seminggu ke depan, kita belum membuat Satgas,” ujar Agus.

Agus juga mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu munculnya korban akibat dampak bencana baru kemudian mengambil langkah penanganan. Ia meminta persoalan tersebut segera menjadi perhatian Pemkot Pontianak.

“Jangan sampai sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meninggal dunia gara-gara diare, gara-gara ISPA. Meninggal dunia, baru kita membentuk Satgas. Ini mohon segera diperhatikan,” tegasnya.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.