KALBARHUB.COM – Pemenuhan kebutuhan darah di Kota Pontianak terus menjadi perhatian serius Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Setiap hari, kebutuhan darah di wilayah ini mencapai sekitar 150–200 kantong, yang didistribusikan ke 22 rumah sakit dan klinik di Pontianak dan sekitarnya, termasuk wilayah Kubu Raya.

Wakil Ketua PMI Kota Pontianak, Multi Junto Bhatarendro, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah agar kebutuhan pasien tetap terpenuhi.

“Kami selalu berupaya mencukupi kebutuhan tersebut. Karena itu kami juga mendorong rumah sakit membentuk bank darah masing-masing. Memang sudah dibuka UTD di RS Soedarso, tetapi kapasitasnya masih belum memadai,” ujarnya Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, kegiatan donor darah dari berbagai mitra sangat membantu menjaga stok tetap aman. Salah satunya donor darah yang digelar di Golden Tulip Pontianak dalam rangka ulang tahun ke-11 hotel tersebut.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin, minimal dua kali setahun. Kegiatan ini sangat membantu kami,” katanya.

PMI Kota Pontianak telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari hotel, perguruan tinggi, hingga kalangan pengusaha. Selain pelayanan donor darah di Gedung PMI Jalan Ahmad Yani, PMI juga mengoperasikan mobil unit donor darah yang bergerak melayani masyarakat.

“Bahkan besok kami akan melakukan kegiatan di Sandai, daerah perbatasan Pontianak menuju Sanggau. Walaupun hanya sekitar 50 kantong, darah tersebut tetap untuk kebutuhan Kota Pontianak,” jelas Multi Junto.

Ia menegaskan, stok darah PMI Pontianak tidak hanya digunakan untuk pasien di dalam kota. Sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat juga bergantung pada pasokan dari Pontianak.

“Kebutuhan darah di wilayah Kalbar, terutama Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya, sebagian besar dipenuhi dari Kota Pontianak. Mempawah memang sudah memiliki UTD dan PMI, tetapi kapasitasnya masih belum memadai, sementara Kubu Raya belum memiliki UTD. Bahkan kami juga mengirim darah ke Singkawang dan Putussibau,” ungkapnya.

PMI pun mengimbau masyarakat untuk rutin mendonorkan darah, termasuk perempuan dan pendonor pemula usia 17 tahun ke atas.

“Memang biasanya ada rasa takut karena jarum suntik. Tapi setelah sekali mendonor, mereka biasanya merasa bahagia karena ini kegiatan kemanusiaan. Di depan kita ada pasien yang menunggu transfusi darah. Dengan hitungan detik, nyawa mereka bisa terselamatkan,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager Golden Tulip Pontianak, Bangkit Ciptadi, mengatakan kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi hotel yang ke-11.

“Ini bentuk kontribusi nyata Golden Tulip sebagai institusi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, sehingga kami bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan donor darah ini,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan sekitar 100 pendonor dalam kegiatan tersebut dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Beberapa pihak yang kami undang berasal dari TNI, kepolisian, serta mitra kerja kami, termasuk dari Sinar Mas yang sudah hadir. Terima kasih atas partisipasinya,” kata Bangkit.

Penulis: Bima Santoso

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.