KALBARHUB.COM – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak mulai melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengatakan pengawasan lapangan mulai dilakukan di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban, salah satunya di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Hari ini kami mulai melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah. Sore ini pengawasan dilakukan di antaranya di Masjid Raya Mujahidin,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 ekor hewan kurban di lokasi tersebut, seluruhnya dinyatakan layak untuk dikurbankan.
“Secara fisik hewan-hewan tersebut memenuhi syarat, baik dari sisi umur maupun kondisi kesehatannya. Tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit,” jelas Irwan.
Ia menyebut jumlah hewan kurban di Kota Pontianak tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, tercatat sekitar 1.400 ekor sapi dan 1.500 ekor kambing dipotong saat Iduladha.
Sementara untuk hewan kurban terbesar tahun ini berasal dari bantuan Presiden Republik Indonesia. Berdasarkan hasil penimbangan awal, bobot sapi tersebut mencapai sekitar 930 kilogram dan diperkirakan mendekati satu ton saat hari pemotongan.
Irwan menambahkan, mayoritas hewan kurban yang dipilih masyarakat Pontianak merupakan sapi Madura dan sapi Bali. Selain mudah diperoleh, kedua jenis sapi tersebut dinilai memiliki ukuran dan harga yang sesuai dengan kemampuan masyarakat.
“Jenis sapi Madura dan sapi Bali masih mendominasi karena ukurannya cukup ideal dan harganya lebih terjangkau bagi masyarakat yang ingin berkurban,” katanya.
Pemerintah Kota Pontianak memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga hari pemotongan guna menjamin keamanan dan kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat.









