KALBARHUB.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat dinilai tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perputaran ekonomi daerah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyebut program tersebut telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat hingga tingkat bawah.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan konsolidasi bersama kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra yayasan pengelola fasilitas SPBG, serta satgas MBG Kalbar di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Sony, keterlibatan pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menunjukkan dukungan serius terhadap pelaksanaan program MBG.
“Satgas program MBG di Kalimantan Barat hingga tingkat daerah langsung melibatkan kepala daerah. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan konsolidasi dilakukan untuk menyatukan pemahaman seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
“Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama, baik mitra, kepala SPPG maupun satgas di lapangan,” katanya.
Saat ini, terdapat 508 SPPG di Kalimantan Barat yang telah terverifikasi dan sebagian besar sudah mulai beroperasi.
Keberadaan fasilitas tersebut disebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 20.381 orang, terutama masyarakat miskin ekstrem kategori desil 1 dan desil 2.
Selain itu, program MBG juga telah menjangkau sekitar 995 ribu penerima manfaat di berbagai daerah di Kalbar.
Sony menambahkan, rantai distribusi program turut melibatkan sekitar 2.000 pemasok bahan pangan lokal, mulai dari BUMDes, koperasi, BUMD hingga pelaku UMKM.
Secara nasional, anggaran program MBG disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari. Sementara khusus untuk Kalimantan Barat, dana yang beredar melalui program tersebut mencapai sekitar Rp16,8 miliar setiap hari.
Anggaran itu tersebar di berbagai wilayah seperti Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang hingga Singkawang.
“Perputaran anggaran ini memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat karena uang yang diterima tenaga kerja kembali digunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari,” jelasnya.
Ia mengatakan pemerintah saat ini tidak hanya fokus memperluas jumlah SPPG, tetapi juga memastikan bahan pangan dipasok dari masyarakat lokal.
Menurutnya, keterlibatan petani, peternak, pelaku UMKM, dan koperasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi program benar-benar dirasakan masyarakat daerah.
“Ini bentuk sinergi ekonomi rakyat, sehingga anggaran yang turun bisa langsung menggerakkan ekonomi masyarakat di bawah,” pungkasnya.









