KALBARHUB.COM – Pengawasan program makan bergizi gratis di sekolah perlu diperkuat dengan peran aktif guru sebagai pihak yang paling dekat dengan siswa, termasuk berani menegur penyedia jika makanan yang diberikan tidak layak.
Anggota DPR RI, Yuliansyah, menegaskan pentingnya peran guru dalam mengawal kualitas program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat meninjau pelaksanaan makan bergizi gratis di MIN 1 Pontianak.
Menurutnya, guru menjadi pihak yang paling mengetahui secara langsung kualitas makanan yang disajikan kepada siswa setiap hari. Karena itu, ia meminta agar para guru tidak ragu untuk menyampaikan teguran jika ditemukan menu yang tidak sesuai standar.
“Guru adalah pihak yang melihat langsung makanan yang diberikan kepada anak-anak. Jadi jangan segan menegur jika ada yang tidak layak,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan dari guru sangat penting karena program tersebut menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak. Selain sebagai tenaga pendidik, guru juga berperan sebagai orang tua selama siswa berada di lingkungan sekolah.
“Anak-anak ini tanggung jawab kita bersama. Guru juga menjadi orang tua di sekolah yang memastikan mereka mendapatkan asupan yang baik,” katanya.
Dalam kunjungannya, ia juga berdialog langsung dengan guru dan pihak sekolah untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi. Jika ditemukan kekurangan, ia meminta agar segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.
Selain pengawasan, ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada siswa terkait pola makan sehat. Salah satu tantangan yang ditemukan di lapangan adalah rendahnya minat anak terhadap sayur.
“Memang anak-anak lebih suka makanan tertentu seperti daging atau makanan populer lainnya. Tapi di sinilah pentingnya edukasi agar mereka terbiasa mengonsumsi makanan sehat, termasuk sayur,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara guru, penyedia makanan, dan pemerintah dapat terus diperkuat, sehingga program makan bergizi gratis benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.
“Kalau ada yang tidak sesuai, segera sampaikan. Pengawasan dan edukasi harus berjalan bersama,” tegasnya.









