KALBARHUB.COM – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera mengeksekusi anggaran tahun 2026.
Penegasan ini disampaikannya menyusul catatan pelaksanaan program tahun 2025 yang dinilai masih mengalami keterlambatan di sejumlah sektor.
“Kepala dinas, kepala badan yang menerima DPA, saya berharap segera dipelajari, dicermati, dan dilaksanakan. Yang tidak jelas silakan dikoordinasikan,” tegasnya usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Jumat (2/1/2026).
Menurut Edi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan investasi penting bagi pembangunan Kota Pontianak. Tujuan akhirnya adalah mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai awal tahun menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan semangat kerja dan meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN).
“Saya berharap tahun 2026 ini ASN bekerja dengan ikhlas dan semangat sesuai dengan prinsip pelayanan prima. Saya ingin tidak ada permasalahan hukum yang menyebabkan ketidakadilan dan kesalahan yang dilakukan,” ujarnya.
Pada tahun 2026, Pemkot Pontianak juga melakukan realokasi anggaran sebagai respons atas kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Edi memastikan kebutuhan layanan langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia meminta OPD berinovasi agar program-program tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.
Selain fokus pada pelaksanaan anggaran 2026, Edi mengingatkan bahwa penggunaan anggaran tahun 2025 akan segera dimintai pertanggungjawaban. Biasanya, pada akhir Januari, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.
“Saya minta untuk merapikan administrasi. Kalau pengadaan dicek barangnya, apakah tersedia, berfungsi atau tidak. Untuk proyek, harus dituntaskan,” katanya dengan tegas.
Ia berharap tahun 2026 membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Pontianak. Evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun sebelumnya menjadi catatan penting agar kesalahan tidak terulang.
Selain persoalan anggaran, Wali Kota juga menekankan pentingnya mitigasi bencana, terutama terkait potensi banjir rob. Berdasarkan perkiraan, ketinggian air pada Januari dapat mencapai dua meter, meningkat dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 1,8 meter.
“Kita harap tidak dibarengi hujan dan angin,” ucapnya.
Tak kalah penting, Edi menyoroti tingginya angka kebakaran rumah yang mencapai 87 kasus, dengan sekitar 80 persen bangunan mengalami kerusakan total.
Ia juga menyinggung tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa, yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.









