KALBARHUB.COM – Pemerintah daerah diminta lebih cermat dalam menyusun program pembangunan di tengah ketidakpastian ekonomi. Perencanaan harus fokus pada kebutuhan prioritas dan mampu beradaptasi dengan kondisi fiskal yang terus berubah.
“Hampir seluruh daerah mengalami penurunan dana transfer, bahkan dana desa juga ikut turun cukup signifikan,” ujar Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Ketapang Tahun 2027, Kamis (9/4/2026).
Ia menekankan pentingnya penyusunan program yang strategis dan terukur agar tetap berdampak langsung bagi masyarakat.
Meski menghadapi tekanan anggaran, kondisi ekonomi Kalimantan Barat dinilai masih cukup baik. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,39 persen, angka kemiskinan menurun, dan IPM meningkat menjadi 72,09.
Gubernur juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan. Salah satunya dengan program kesetaraan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan.
“Kita dorong masyarakat yang bekerja tetap bisa menyelesaikan pendidikan minimal setara SMA,” tegasnya.
Selain itu, Kabupaten Ketapang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, didukung sumber daya alam dan wilayah yang luas.
Namun, infrastruktur masih menjadi tantangan utama, terutama pada ruas jalan provinsi yang panjang dan membutuhkan dukungan percepatan pembangunan.
“Kalau daerah kita kondusif, pembangunan akan lebih mudah. Regulasi yang tidak perlu harus dipangkas agar investasi masuk,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif, termasuk pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,75 persen.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan di sektor pendidikan, terutama pada angka lama sekolah yang masih rendah.
“Ini jadi fokus kami ke depan, bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti luas wilayah Ketapang yang menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan.
“Wilayah kita sangat luas, sehingga membutuhkan strategi yang tepat agar pembangunan bisa merata,” pungkasnya.









