KALBARHUB.COM – Polresta Pontianak masih mendalami temuan perangkat yang disebut-sebut sebagai pod getar di dalam mobil Toyota Vellfire yang terlibat kecelakaan di Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak.Mobil tersebut dikemudikan seorang sekretaris DPW salah satu partai politik di Kalimantan Barat berinisial ES.

Kasi Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri mengatakan, temuan perangkat tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan. Polisi juga berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar.

“Untuk pod yang diviralkan dalam laka lantas itu, masih kami dalami bersama Ditresnarkoba Polda Kalbar,” kata Wagitri, Sabtu (22/8/2026).

Saat ditanya apakah ES telah menjalani tes urine setelah muncul isu terkait perangkat tersebut, Wagitri belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap seluruh informasi yang berkaitan dengan kecelakaan maupun perangkat yang ditemukan.

“Masih dalam penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya.

Wagitri menyebut perkembangan penanganan perkara tersebut akan disampaikan langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto dalam waktu dekat.

“Nanti dalam waktu dekat Pak Kapolresta akan merilis kasus tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Toyota Vellfire bernomor polisi KB 1450 OT yang dikemudikan ES terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda KB 5318 XC di depan RS Mitra Medika, Jalan Sultan Abdurrahman, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 08.35 WIB.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor, Budi Hartono, mengalami luka pada bagian kepala. Sementara penumpangnya, Sellyn, mengalami luka lecet pada kaki dan tangan.

Berdasarkan keterangan polisi, sepeda motor yang dikendarai Budi melaju di depan mobil ES. Saat hendak berbelok ke kanan menuju rumah sakit, Budi memperlambat laju sepeda motornya.

Jarak yang diduga terlalu dekat membuat mobil Vellfire menabrak bagian belakang sepeda motor hingga kedua korban terjatuh.

Dari pemeriksaan awal dan rekaman CCTV, polisi sebelumnya menyebut kecelakaan tersebut diduga dipicu faktor manusia.

Saat kejadian, kondisi jalan terang, cuaca cerah, dan arus lalu lintas cukup ramai.

Isu mengenai perangkat yang disebut pod getar muncul setelah warga yang membantu proses evakuasi disebut menemukan benda tersebut di dalam kendaraan.

Namun, hingga kini polisi belum menyatakan ES mengemudi dalam pengaruh zat tertentu. Polisi juga belum mengaitkan keberadaan perangkat tersebut dengan penyebab kecelakaan.

Polresta Pontianak masih melakukan pendalaman bersama Ditresnarkoba Polda Kalbar. Sementara penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tetap dilakukan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Pontianak.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.