KALBARHUB.COM – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa memastikan kebutuhan air bersih untuk fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang melayani pasien cuci darah, menjadi salah satu prioritas di tengah kondisi air baku yang terdampak kemarau dan intrusi air asin.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan pihaknya rutin menyalurkan air untuk instalasi darurat rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang menjalani cuci darah, tetap berjalan.
“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” ujar Abdullah.
Di sisi lain, Perumda juga menyediakan titik pengambilan air gratis bagi masyarakat di Booster Perumnas III, Pontianak Timur, dan Booster Wonoyoso di Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.
Warga dapat mengambil air dengan membawa jeriken atau wadah masing-masing. Air tersedia melalui keran yang telah disiapkan Perumda dan dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Meski kualitas air dinyatakan dapat digunakan untuk minum, masyarakat tetap diimbau memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” katanya.
Untuk menjaga ketersediaan, stok air di Booster Perumnas III saat ini sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso.
Abdullah memastikan penyediaan air gratis tersebut tidak mengganggu operasional jaringan perpipaan bagi pelanggan.
“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi air baku Sungai Kapuas mulai menunjukkan perbaikan dengan kadar garam berada di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi serupa juga terjadi di Parit Mayor sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.
Perumda Tirta Khatulistiwa juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan air di lapangan dapat dipenuhi.
Jika kebutuhan masyarakat meningkat, titik pengambilan air gratis akan terus dievaluasi dan dapat ditambah sesuai kondisi.









