KALBARHUB.COM – Kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit di Kota Pontianak terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hingga 2025, permintaan darah yang diterima Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pontianak tercatat hampir mencapai 50 ribu kantong dalam setahun.

Kepala UDD PMI Kota Pontianak, Sidig Handanu Widoyono, mengatakan kondisi tersebut membuat PMI terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.

“Permintaan darah dari rumah sakit di Kota Pontianak itu setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sampai dengan tahun 2025, dalam satu tahun permintaannya hampir mencapai 50 ribu kantong darah,” kata Sidig.

Menurutnya, PMI tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dukungan masyarakat, khususnya melalui kegiatan donor darah yang digelar komunitas maupun berbagai kelompok, menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah.

Sidig menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas dan masyarakat yang secara sukarela ikut mendonorkan darah.

“Kami dari PMI menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada komunitas yang menyumbangkan darahnya. Ini merupakan suatu partisipasi atau peran serta masyarakat untuk memenuhi kebutuhan darah yang ada di PMI Kota Pontianak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah pendonor sukarela yang rutin mendonorkan darah setidaknya empat kali dalam setahun masih berada di bawah 10 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PMI untuk menjaga pasokan darah tetap tersedia.

“Ini sangat-sangat, bukan membantu lagi, tapi sangat-sangat membantu. Karena pendonor darah sukarela, pendonor darah sukarela kita yang mendonorkan darahnya secara sukarela dan rutin setiap tahun minimal empat kali itu di bawah 10 persen,” jelasnya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, UDD PMI Kota Pontianak terus melakukan upaya jemput bola melalui layanan mobil unit donor darah.

Mobil unit tersebut memungkinkan kegiatan donor darah dilaksanakan langsung di lokasi tempat para calon pendonor beraktivitas, seperti kantor, komunitas maupun lingkungan lainnya.

“Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan itu terus melakukan upaya-upaya jemput bola melalui mobil unit. Jadi, ini merupakan perwujudan dari mobil unit karena kebetulan saja dilaksanakan di PMI,” katanya.

Sidig menambahkan, kegiatan donor darah tidak harus selalu dilakukan di kantor PMI. Pihaknya dapat mendatangi lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya calon pendonor sehingga masyarakat lebih mudah berpartisipasi.

“Tapi biasanya kami juga melaksanakan kegiatan di lokasi kantor di mana pendonor itu berada. Jadi, sangat membantu,” pungkasnya.

Dengan kebutuhan darah yang terus meningkat, PMI Kota Pontianak mengandalkan kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan darah. Kegiatan donor darah secara rutin juga diharapkan dapat memperkuat stok darah sehingga kebutuhan pasien di rumah sakit dapat terpenuhi.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.