KALBARHUB.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat diingatkan untuk mengelola keuangan secara bijak dan menghindari aktivitas yang berpotensi merusak karier maupun kehidupan pribadi, seperti judi online dan pinjaman online ilegal.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat memberikan pembekalan kepada peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di BPSDM Kalbar, Selasa (2/6/2026).

Menurut Norsan, ASN dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjaga perilaku dan kondisi keuangan pribadi agar tidak terjerat persoalan yang dapat berdampak pada kinerja maupun citra institusi.

Ia menilai praktik judi online dan pinjaman online ilegal menjadi ancaman yang perlu diwaspadai karena dapat memicu masalah finansial, mengganggu konsentrasi kerja, hingga berpotensi menimbulkan pelanggaran disiplin.

“ASN harus mampu menjaga diri dan menjadi teladan. Jangan sampai terjerat aktivitas yang dapat merusak karier maupun kehidupan pribadi,” ujarnya.

Selain mengingatkan soal pengelolaan keuangan, Norsan juga menekankan pentingnya integritas dan disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional.

ASN diminta menjaga kepercayaan publik melalui sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN.

Pembekalan tersebut diberikan kepada 1.419 PPPK yang dinyatakan lulus seleksi tahun 2025 dan berasal dari formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis.

Melalui orientasi tersebut, para PPPK diharapkan tidak hanya memahami tugas dan fungsi sebagai ASN, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga integritas, termasuk dalam mengelola aspek keuangan pribadi yang dapat memengaruhi profesionalisme dalam bekerja.

 

Penulis: Danish Imam Fahmi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.