KALBARHUB.COM – DPRD Kota Pontianak menyoroti persoalan overkapasitas dan kebutuhan air bersih di Rumah Tahanan Kelas IIA Pontianak yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius.
Sorotan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di Rutan Pontianak, Kamis (24/4/2026).
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, kondisi rutan saat ini sudah jauh melebihi kapasitas ideal. Dari daya tampung sekitar 300 orang, jumlah warga binaan kini mencapai lebih dari 1.000 orang.
“Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Selain overkapasitas, kebutuhan air bersih juga menjadi kendala utama. Tingginya jumlah warga binaan berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan air, sementara ketersediaan belum sepenuhnya mencukupi.
Menurutnya, DPRD akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, untuk memastikan suplai air ke rutan dapat berjalan lancar.
“Kita akan coba koordinasikan agar kebutuhan dasar seperti air bisa terpenuhi dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak Timbul A. Panjaitan menegaskan, pihaknya terus menjalankan tugas sesuai standar operasional yang berlaku serta memperkuat pengawasan internal.
Ia juga menyebut, berbagai program pembinaan kemandirian tetap berjalan, seperti produksi tempe, es batu kristal, laundry, hingga barbershop, sebagai bagian dari pembinaan bagi warga binaan.
Di sisi lain, Kalapas Kelas IIA Pontianak Ridha Anshari menambahkan, momentum Hari Bakti Pemasyarakatan turut diisi dengan kegiatan sosial, seperti pemberian bantuan dan penghargaan kepada petugas berprestasi.
Meski demikian, persoalan kapasitas dan fasilitas dasar seperti air bersih tetap menjadi perhatian utama yang membutuhkan penanganan jangka panjang.









