KALBARHUB.COM – Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu harus mengakhiri langkahnya di semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Mereka kalah dari pasangan China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, dua gim langsung 16-21, 13-21, Sabtu (5/9).
Dejan/Apriyani sebenarnya sudah berusaha memberikan perlawanan. Namun, permainan mereka tidak mampu berkembang maksimal hingga akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan China.
Dejan mengakui hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka. Kondisi yang kurang maksimal turut memengaruhi fokus dan permainan di lapangan.
“Hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kami, harapan kami, tapi kami sudah mencoba, sebisa kami semaksimal mungkin. Di permainan juga tidak maksimal permainannya, tidak keluar karena mungkin kondisi juga mempengaruhi,” ujar Dejan.
“Bukan sebuah alasan tapi akhirnya fokusnya hilang-hilang,” tambahnya.
Meski gagal melaju ke final, Dejan menilai penampilan mereka di Pontianak menunjukkan perkembangan positif sebagai pasangan baru.
Menurutnya, persiapan, latihan, pola permainan hingga daya juang di lapangan mengalami peningkatan dibandingkan saat mereka menjalani debut pertama di Taipei.
“Ini modal awal yang baik untuk kami karena kalau kita bandingkan dengan Taipei kemarin saat debut pertama kali. Di sini sangat improve dari persiapan, latihan dan cara main serta fight di lapangan pertandingan juga,” katanya.
Dejan mengaku senang dengan hasil yang mereka dapat selama turnamen. Menurutnya, banyak pelajaran dan bahan evaluasi yang bisa digunakan untuk memperbaiki penampilan ke depan.
“Kami banyak banget dapat pelajaran, evaluasi juga yang bisa kami perbaiki,” ujarnya.
Dejan juga memberikan apresiasi khusus kepada Apriyani yang dinilainya memiliki semangat belajar dan daya juang tinggi meski sudah memiliki banyak pengalaman serta prestasi.
“Kak Apri adalah sosok yang amat patut dicontoh. Daya juang dan semangatnya di lapangan sangat luar biasa dan jiwa belajarnya, jiwa ingin tahunya itu besar banget,” kata Dejan.
Ia menilai kedewasaan Apriyani menjadi salah satu hal yang membuatnya banyak belajar selama berpasangan.
“Dengan kedewasaannya, Kak Apri yang punya titel tapi masih mau belajar, masih mau improve,” tuturnya.
Sementara itu, Apriyani mengakui kondisi fisiknya belum berada dalam kondisi maksimal saat menghadapi pasangan China.
“Kondisi saya memang sudah tidak maksimal, tapi saya terima kasih untuk Dejan yang selalu mengupayakan yang terbaik di lapangan. Mati-matian sejak kemarin sampai hari ini,” ujar Apriyani.
Apriyani berharap pengalaman di Indonesia Masters Pontianak menjadi modal bagi mereka untuk terus berkembang sebagai pasangan.
“Sekiranya ini bisa menjadi modal untuk kami terus belajar supaya lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.









