KALBARHUB.COM – Perum BULOG meresmikan Kawasan Bisnis Perdana Avenue di Pontianak sebagai kawasan bisnis terpadu pertama BULOG di Kalimantan Barat, Rabu (22/7). Kawasan yang mengusung konsep “BULOG Business District” ini menjadi bagian dari strategi transformasi aset perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar bisnis pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pengembangan aset tetap menjadi kawasan komersial yang produktif, Perum BULOG menghadirkan ruang kolaborasi bagi mitra usaha dan investor yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan serta masyarakat.
Peresmian Kawasan Bisnis Perdana Avenue dilaksanakan di kawasan yang berlokasi di Jalan Perdana, Kota Pontianak. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, General Manager Unit Bisnis Optimalisasi Aset (UB Opaset) Perum BULOG Fadillah Rachmawati, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kalimantan Barat Rasiwan, serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Konsumsi Pangan Kota Pontianak Bapak Lili Ardiansyah yang mewakili Wali Kota Pontianak. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Perum BULOG, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra strategis dalam mendukung pengembangan kawasan ekonomi yang produktif.
Perdana Avenue merupakan kawasan bisnis yang dikembangkan sebagai ruang komersial terpadu untuk memperkenalkan aset bisnis Perum BULOG kepada masyarakat Kalimantan Barat agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai kawasan usaha yang produktif. Kawasan ini dirancang untuk menghadirkan berbagai aktivitas ekonomi dalam satu area, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara Perum BULOG dengan investor maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya pada lokasi strategis milik perusahaan. Pontianak dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan yang terus berkembang di Kalimantan Barat. Dengan letaknya yang strategis, kawasan ini diharapkan mampu menjadi simpul baru kegiatan bisnis sekaligus memperkuat kolaborasi antara Perum BULOG dengan pelaku usaha, investor, serta pemerintah daerah.
Nama “Perdana Avenue” dipilih dengan filosofi yang mencerminkan identitas kawasan sekaligus visi pengembangannya. Kata “Perdana” diambil dari nama Jalan Perdana sebagai lokasi berdirinya kawasan tersebut sehingga memiliki keterikatan dengan lingkungan sekitar sekaligus memperkuat identitas lokal. Sementara itu, kata “Avenue” memiliki makna sebagai jalur utama yang menjadi pusat aktivitas dan perkembangan. Filosofi tersebut menggambarkan harapan agar kawasan ini berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menghubungkan berbagai aktivitas bisnis, komersial, dan rekreasi dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Identitas visual Perdana Avenue juga mengusung perpaduan warna biru dan hijau. Warna biru melambangkan kepercayaan, profesionalisme, dan komitmen Perum BULOG dalam menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat maupun mitra usaha. Sementara warna hijau merepresentasikan suasana yang alami, hangat, dan nyaman sehingga kawasan ini diharapkan menjadi ruang publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mengusung tagline “BULOG Business District”, Perdana Avenue dirancang sebagai kawasan bisnis yang menghadirkan beragam aktivitas komersial, mulai dari perdagangan, jasa, kuliner hingga ruang rekreasi. Saat ini kawasan tersebut telah menyediakan berbagai fasilitas seperti café, restoran, serta area yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun berkumpul bersama keluarga. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan yang hidup sepanjang hari sehingga memberikan manfaat ekonomi tidak hanya bagi penyewa, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kehadiran kawasan ini juga diharapkan menjadi katalis aktivitas ekonomi baru melalui peningkatan investasi sektor jasa, perdagangan, kuliner, dan ruang usaha bagi pelaku UMKM maupun pelaku bisnis lokal.
Kawasan Perdana Avenue berdiri di atas lahan seluas 16.650 meter persegi, dengan luas lahan yang telah tersewa mencapai 5.670 meter persegi. Tingkat keterisian tersebut menjadi indikator tingginya minat pelaku usaha terhadap kawasan bisnis yang dikembangkan Perum BULOG. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa aset perusahaan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi kawasan komersial yang produktif, mampu menghasilkan nilai ekonomi baru, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan. Pengembangan kawasan ini juga diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan aset sebesar miliaran rupiah setiap tahunnya seiring meningkatnya tingkat okupansi serta bertambahnya tenant dan aktivitas komersial di kawasan tersebut.
Direktur Pemasaran Perum BULOG, Rahmanto Amin Jatmiko, mengatakan bahwa pengembangan kawasan bisnis merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas aset dan memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Menurutnya, Perum BULOG tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis pangan, tetapi juga terus mengembangkan potensi aset perusahaan melalui kolaborasi strategis yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
“Sebagai bagian dari transformasi bisnis dan peningkatan kinerja, Perum BULOG terus mendorong optimalisasi aset tetap melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan aset potensial yang tentunya tetap berpegang pada peraturan yang berlaku. Melalui Unit Bisnis Optimalisasi Aset (UB Opaset), kami mengembangkan ide-ide bisnis properti yang inovatif dan berorientasi pada profitabilitas serta keberlanjutan. Tujuan akhirnya adalah memberikan kontribusi jangka panjang bagi perusahaan, sekaligus menciptakan nilai sosial bagi para pemangku kepentingan. Optimalisasi aset akan menjadi salah satu fokus BULOG dalam memperkuat pendapatan perusahaan di luar core business pangan. Dengan demikian, aset negara yang dikelola BULOG dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus mendukung pembangunan daerah,” ujar Rahmanto.
General Manager Unit Bisnis Optimalisasi Aset (UB Opaset) Perum BULOG, Fadillah Rachmawati, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan bisnis merupakan salah satu strategi perusahaan dalam memaksimalkan potensi aset tetap agar memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, setiap aset yang dikelola harus mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan wilayah di sekitarnya.
“Perdana Avenue tidak hanya menjadi kawasan bisnis, tetapi juga menjadi bukti bahwa aset perusahaan dapat ditransformasikan menjadi ruang produktif yang mampu menarik investasi, menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, UB Opaset akan terus menghadirkan inovasi pengembangan aset yang adaptif terhadap kebutuhan pasar sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan perusahaan,” ujar Fadillah.
Pengembangan Perdana Avenue bukanlah langkah pertama yang dilakukan Perum BULOG dalam mentransformasikan aset perusahaan menjadi kawasan bisnis. Sebelumnya, Perum BULOG telah sukses mengembangkan beberapa kawasan bisnis serupa di berbagai daerah, di antaranya D’Gat55 di Jakarta Selatan, Pineung Center di Banda Aceh, B’Walk di Kalimantan Selatan, dan Beloft di Jakarta Utara. Kehadiran kawasan-kawasan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengoptimalkan aset idle menjadi aset produktif yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. Ke depan, Perum BULOG akan terus memperluas pengembangan kawasan bisnis di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset negara yang dikelola perusahaan guna menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Peresmian Perdana Avenue menjadi bagian dari transformasi bisnis Perum BULOG dalam mengoptimalkan aset negara agar lebih produktif. Di tengah upaya perusahaan memperkuat kinerja dan diversifikasi sumber pendapatan, kawasan bisnis ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang membuka peluang usaha, menarik investasi, serta memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kalimantan Barat. Melalui langkah ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan aset secara adaptif, produktif, dan berkelanjutan demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.









