KALBARHUB.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan. Pertemuan berlangsung di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar.

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin langsung rapat yang diikuti TPID kabupaten dan kota se-Kalbar. Ia menilai tren inflasi mulai meningkat seiring kenaikan harga komoditas pangan strategis dan faktor musiman.

“Inflasi mulai menunjukkan tren kenaikan, terutama dipengaruhi harga cabai rawit, bawang merah, serta momentum hari besar. Kita harus menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan pengendalian inflasi perlu sinergi lintas instansi. Menurutnya, kota besar seperti Pontianak rentan terhadap gejolak harga karena menjadi pusat aktivitas ekonomi.

“Pengendalian inflasi tidak bisa parsial. Pemerintah daerah, BI, dan seluruh pemangku kepentingan harus menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau,” katanya.

Data BPS mencatat inflasi tahunan Kota Pontianak pada Januari 2026 sebesar 2,74 persen, inflasi bulanan 0,07 persen, dan year to date 0,07 persen. Angka ini menjadi yang terendah di Kalbar.

Meski begitu, Bahasan mengingatkan potensi kenaikan harga menjelang HBKN tetap perlu diwaspadai, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pemkot Pontianak mengandalkan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pemprov Kalbar juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pendataan stok serta harga pangan. Ria Norsan menekankan pentingnya data akurat dari BPS dan kebijakan tepat dari Bank Indonesia.

Selain itu, ia meminta Bulog Kalbar menyiapkan rencana penyerapan gabah, menyusul potensi kenaikan produksi sebesar 25 persen dibanding Januari tahun lalu. Gubernur juga menyoroti harga daging ayam dan beras yang masih tinggi di Sambas, Kapuas Hulu, dan Melawi.

Pemprov berharap koordinasi TPID semakin solid agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga sepanjang 2026.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.