KALBARHUB.COM – Upaya transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak. Salah satunya melalui inovasi BERABES (Berliterasi dan Kreasi Bersama Perpustakaan) yang diwujudkan dalam bentuk kelas pelatihan membuat sushi bagi masyarakat, Jum’at (9/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi terapan, di mana pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dapat langsung dipraktikkan dan bernilai ekonomi.

Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani, mengatakan perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif dan produktif bagi masyarakat.

“Perpustakaan sekarang sudah berbasis inklusi sosial. Melalui inovasi BERABES, hari ini kita membuat kelas cara membuat sushi. Ini diharapkan tidak habis untuk hari ini saja, tetapi menjadi cara bagi masyarakat untuk mengembangkan diri hingga bisa menginisiasi usaha keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, konsep literasi kini dimaknai lebih luas sebagai keterampilan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis.

“Inilah yang kita sebut literasi terapan. Apa yang sudah dibaca itu bisa diterapkan. Literasi bukan hanya baca tulis, tetapi keterampilan untuk menerapkannya, dan pada akhirnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Rendrayani menambahkan, informasi pendaftaran kelas pelatihan disebarkan melalui media sosial resmi Disperpusip Kota Pontianak dan terbuka untuk umum. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi.

“Pendaftaran kita buka hanya satu hari dan tercatat 69 orang mendaftar. Awalnya kelas ini dirancang untuk 15 peserta, kemudian kita tingkatkan menjadi 20 orang,” katanya.

Ke depan, Disperpusip Kota Pontianak berencana mengembangkan program literasi terapan ini melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), guna mendukung pengembangan usaha masyarakat berbasis keterampilan.

Pemilihan pelatihan membuat sushi juga tidak terlepas dari prestasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disperpusip Kota Pontianak yang meraih juara dua dalam lomba membuat sushi tingkat Kota Pontianak.

“Kita ambil narasumber langsung dari DWP Disperpusip Kota Pontianak yang sebelumnya meraih juara dua lomba membuat sushi. Ini sekaligus menunjukkan bahwa potensi internal juga bisa dikembangkan dan dibagikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Bima Santosa

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.