KALBARHUB.COM – Pola penyakit masyarakat Kota Pontianak mengalami pergeseran sepanjang tahun 2025. Penyakit tidak menular kini semakin mendominasi kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan, menggantikan penyakit infeksi yang sebelumnya paling banyak ditemui.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit yang paling sering ditangani di layanan kesehatan. Kondisi ini menggeser Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang selama ini mendominasi pola penyakit masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, hipertensi menjadi penyakit dengan kunjungan tertinggi dibandingkan jenis penyakit lainnya.

“Di tahun ini, penyakit yang paling mendominasi adalah hipertensi. Biasanya ISPA paling banyak, tetapi sekarang tekanan darah tinggi yang meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tren hipertensi menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat.

Menurut Saptiko, hipertensi umumnya dialami oleh kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Namun, gaya hidup yang tidak sehat berpotensi mempercepat munculnya tekanan darah tinggi pada usia yang lebih muda.

Faktor utama meningkatnya hipertensi, kata dia, berasal dari pola konsumsi makanan masyarakat, khususnya makanan dengan kandungan garam tinggi.

“Masyarakat cenderung mengonsumsi makanan yang asin. Memang terasa lebih enak, tetapi jika berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi,” jelasnya.

Selain pola makan, kurangnya waktu istirahat juga berpengaruh besar terhadap kesehatan. Kebiasaan tidur yang tidak cukup atau tidak teratur dapat meningkatkan risiko hipertensi.

“Kurangnya waktu istirahat dan pola tidur yang tidak teratur juga berkontribusi,” katanya.

Faktor lain yang turut memicu tekanan darah tinggi adalah tingkat stres yang tidak dikelola dengan baik. Tekanan pekerjaan, aktivitas harian, maupun persoalan pribadi dapat berdampak langsung pada kondisi kesehatan.

“Stres yang meningkat tetapi tidak dikelola dengan baik bisa memicu hipertensi,” tambahnya.

Selain hipertensi, Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga mencatat sejumlah penyakit lain yang banyak ditangani di layanan kesehatan, di antaranya gangguan saluran pernapasan atas, gangguan pencernaan, serta diabetes melitus. Data ini menunjukkan bahwa penyakit tidak menular mulai lebih dominan dibandingkan penyakit infeksi.

“Ini menjadi sinyal bahwa penyakit tidak menular semakin meningkat dibandingkan penyakit infeksi,” jelas Saptiko.

Ia mengingatkan bahwa hipertensi merupakan kondisi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi berat.

“Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal,” tegasnya.

Untuk menekan tren hipertensi, Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, mencukupi waktu istirahat, mengelola stres, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Dengan pemeriksaan rutin, kondisi tekanan darah bisa diketahui lebih awal sehingga dapat dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Bima Santosa

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.