KALBARHUB.COM – Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tak hanya dirasakan para peserta Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina, tetapi juga para penjahit yang dipercaya membuat 1.000 Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Salah seorang penjahit dari Ilham Collection, Sarah, mengaku bangga mendapat kesempatan menjahit ribuan bendera yang akan menjadi simbol semangat nasionalisme di beranda terdepan Indonesia.
Sebanyak 1.000 bendera tersebut akan dikibarkan dalam Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan 10 jurnalis dari media nasional dan lokal Kalimantan Barat untuk mengangkat semangat kebangsaan sekaligus mempromosikan potensi kawasan perbatasan.
Sarah mengatakan, pesanan tersebut menjadi satu-satunya order pembuatan bendera yang diterimanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini.
“Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, pesanan itu memberikan tambahan pekerjaan bagi para penjahit di tengah aktivitas menjahit pakaian sehari-hari.
“Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan baju umum,” katanya.
Meski harus menyelesaikan hingga 1.000 bendera, Sarah mengaku proses pengerjaannya tidak terlalu sulit dibandingkan menjahit pakaian yang membutuhkan pola dan detail lebih rumit.
“Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus,” ungkapnya.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh empat orang penjahit sehingga target penyelesaian dapat dikejar tanpa mengganggu pesanan lainnya.
“Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya,” jelasnya.
Bagi Sarah, menjahit bendera Merah Putih bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pengalaman yang membanggakan karena untuk pertama kalinya ia membuat simbol negara yang akan berkibar di wilayah perbatasan.
“Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Kalau untuk acara lomba biasanya hanya membuat baju warna merah putih, tapi kalau bendera baru pertama kali. Alhamdulillah kami sangat bangga,” tuturnya.
Hingga proses wawancara dilakukan, sekitar 400 bendera telah selesai dijahit. Sarah optimistis seluruh pesanan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar tiga pekan.
“Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Kami tetap mengerjakan pesanan lain juga, jadi setelah selesai bendera baru lanjut pekerjaan yang lain. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai,” pungkasnya.
Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina merupakan gerakan kolaboratif untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI melalui pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Desa Temajuk. Selain memperkuat semangat nasionalisme, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk para penjahit yang terlibat dalam pembuatannya.









