KALBARHUB.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, peringatan ini menjadi momentum untuk menguatkan peran keluarga dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, kepala perangkat daerah, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam amanatnya, Harisson menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila setiap keluarga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing. Jika keluarga kuat, maka bangsa juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Menurut Harisson, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Anak-anak kini lebih mudah terpapar berbagai informasi melalui gawai sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dari orang tua, khususnya ayah.

“Kita sedang menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian. Gadget dan media digital dapat menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif apabila orang tua tidak hadir mendampingi,” katanya.

Ia menekankan, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional sebagai teladan, pendengar, sekaligus pendamping bagi istri dan anak.

“Itulah makna dari tema Ayah Wajib Hadir. Kehadiran yang dimaksud bukan sekadar berada di rumah, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan keluarga,” tegasnya.

Harisson juga mengajak keluarga membangun komunikasi yang hangat melalui kebiasaan sederhana, seperti meluangkan waktu makan bersama tanpa gangguan telepon genggam agar tercipta kedekatan antara orang tua dan anak.

“Saat makan bersama, simpan terlebih dahulu handphone. Gunakan kesempatan itu untuk berbincang dan mendengarkan cerita anak-anak,” pesannya.

Ia menambahkan, pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Kehadiran kedua orang tua dinilai menjadi kunci dalam membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.

Menutup amanatnya, Harisson mengajak seluruh keluarga di Kalimantan Barat menjadikan semangat Ayah Wajib Hadir sebagai gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang tangguh dan Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.