KALBARHUB.COM – Arwana super red asal Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian dalam APPS International Arowana Contest 2026 yang digelar di Pontianak Convention Centre (PCC), 21–24 Mei 2026. Kontes arwana internasional tersebut menghadirkan ratusan ikan arwana unggulan dari berbagai negara dan menarik ribuan pengunjung selama empat hari pelaksanaan.

Sebanyak 190 ekor arwana super red asal Kalbar ikut dipamerkan bersama berbagai varietas arwana lainnya. Ajang ini digelar oleh Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Indonesia bersama Mayin Internasional.

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Filipina, China, Jepang, Taiwan, Vietnam hingga Hongkong. Kehadiran peserta internasional tersebut semakin memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu pusat arwana terbaik di dunia.

Ketua APPS Indonesia, Eri Hikmatul Basyir, mengatakan permintaan pasar internasional terhadap arwana super red Kalbar terus meningkat sepanjang 2025 hingga 2026.

“Nilai ekspor arwana ke luar negeri meningkat pesat. Ini menunjukkan arwana asal Kalimantan Barat masih sangat diminati, terutama oleh pasar China,” ujarnya.

Menurutnya, arwana super red Kalbar memiliki keunggulan dari segi warna, bentuk tubuh hingga karakteristik yang menjadi daya tarik kolektor ikan hias dunia.

Sekretaris Jenderal China Fisheries Association Arowana Branch, Gao Baoliang, menyebut China masih menjadi salah satu pasar terbesar arwana asal Indonesia, khususnya dari Kalbar.

Ia menjelaskan, arwana memiliki nilai simbolik tersendiri bagi masyarakat China karena dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran.

“Warna merah pada arwana dianggap melambangkan kejayaan dan rezeki. Bentuk sisik, sirip dan ekornya juga menjadi daya tarik utama,” katanya.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengapresiasi pelaksanaan kontes internasional tersebut. Ia menilai arwana super red asal Kabupaten Kapuas Hulu masih menjadi yang terbaik karena berasal dari habitat aslinya.

Menurutnya, sektor ikan hias memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui pasar ekspor.

“Ekspor arwana Kalbar mencapai ratusan ribu ekor setiap tahun. Ini potensi besar yang harus terus didukung,” ujarnya.

Namun demikian, Norsan mengakui masih terdapat kendala birokrasi dalam proses ekspor arwana ke luar negeri. Karena itu, Pemprov Kalbar berkomitmen menyiapkan regulasi yang lebih memudahkan para penangkar dan pelaku usaha.

“Ke depan kita akan siapkan regulasi yang mempermudah proses ekspor sehingga para penangkar lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan usaha,” tegasnya.

Selain kontes arwana internasional, kegiatan tersebut juga diramaikan Festival Oriental di area luar PCC. Berbagai stan kuliner, industri kreatif hingga hiburan rakyat ikut memeriahkan acara dan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.

Melalui ajang APPS International Arowana Contest 2026, Kalimantan Barat kembali menegaskan diri sebagai salah satu pusat arwana dunia sekaligus memperkuat daya saing ikan hias Indonesia di pasar internasional.

Penulis: Redaksi Kalbarhub

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.