KALBARHUB.COM — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, mengatakan persiapan pengawasan telah dilakukan sejak satu bulan terakhir, terutama terhadap hewan kurban yang masuk dari luar daerah.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke Kalimantan Barat dalam kondisi sehat dan aman untuk didistribusikan kepada masyarakat.

“Persiapan dilakukan mulai dari pelayanan, pengawasan, hingga pemeriksaan lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengawasan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Deputi Karantina Hewan terkait persyaratan dan standar tindakan karantina hewan kurban.

Selain menyiapkan personel, pihak karantina juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemeriksaan di lapangan.

Ferdi menyebutkan, dalam satu bulan terakhir tercatat sekitar seribu ekor sapi kurban masuk ke Kalimantan Barat, sebagian besar berasal dari Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di pelabuhan, seluruh hewan yang masuk dinyatakan sehat.

“Pemeriksaan dilakukan mulai dari dokumen kesehatan hewan, hasil uji laboratorium, hingga sertifikat veteriner dari daerah asal,” katanya.

Setelah tiba di Kalimantan Barat, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap jumlah, jenis, dan kondisi kesehatan hewan sebelum didistribusikan.

Selain itu, hewan kurban juga tetap dipantau hingga ke kandang pemilik untuk menjalani proses karantina lanjutan.

Ferdi mengungkapkan jumlah hewan kurban yang masuk tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Tahun lalu sekitar empat ribu ekor sapi masuk ke Kalimantan Barat, sedangkan tahun ini baru sekitar seribu ekor,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa penyakit yang menjadi perhatian utama dalam pengawasan hewan kurban antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), brucellosis, dan Lumpy Skin Disease (LSD).

Namun hingga saat ini, pihak karantina memastikan belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang masuk ke Kalimantan Barat.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk telah memenuhi syarat kesehatan sehingga aman untuk masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.