KALBARHUB.COM – Di tengah geliat aktivitas Pasar Tengah Pontianak, sebuah usaha pangkas rambut tradisional masih bertahan hingga kini. Usaha ini bahkan telah melewati tiga generasi dan tetap memiliki pelanggan setia, Kamis (23/4/2026).
Safaruddin, salah satu tukang pangkas rambut, mengaku sudah lebih dari 30 tahun menjalani profesi tersebut. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga memberi kepuasan tersendiri.
“Kalau pengalaman kita sih menyenangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberlangsungan usaha sangat bergantung pada pelanggan tetap. Tanpa langganan, usaha seperti ini sulit bertahan di tengah persaingan dan perubahan zaman.
“Kalau tidak ada langganan memang susah. Sekarang saja jam 3 sudah mulai sepi, sampai jam 5 kadang cuma menunggu pelanggan,” jelasnya.
Untuk tarif, pangkas rambut di tempat ini masih tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp25 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribuan untuk anak-anak.
Selama menjalani profesi ini, Safaruddin juga pernah melayani sejumlah tokoh di Kalimantan Barat, mulai dari pejabat daerah hingga tokoh publik. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
Salah satu daya tarik utama tempat ini adalah kursi pangkas rambut yang digunakan secara turun-temurun. Kursi tersebut merupakan peninggalan generasi sebelumnya dan masih dipakai hingga sekarang.
“Kami ini sudah generasi ketiga. Kursi ini dari zaman orang tua dulu, masih dipakai sampai sekarang,” ungkapnya.
Meski sebagian kursi telah diperbaiki, rangka besi aslinya tetap dipertahankan. Usianya diperkirakan telah mencapai puluhan tahun dan menjadi saksi perjalanan usaha tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kalbar, Rita Hastarita, menyebut kawasan Pasar Tengah tidak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah.
Menurutnya, kawasan ini masih layak dikembangkan sebagai destinasi wisata, terutama bagi pengunjung yang ingin menelusuri jejak masa lalu Kota Pontianak.
“Masih banyak spot bersejarah di sini. Lorong-lorongnya punya cerita yang bisa dinikmati pengunjung,” ujarnya.
Di tengah perkembangan zaman, sejumlah profesi tradisional seperti pangkas rambut tetap bertahan. Bahkan, terdapat kursi pangkas rambut yang diperkirakan berusia 70 hingga 80 tahun dan masih digunakan hingga kini.
Keberadaan elemen-elemen tersebut menjadikan Pasar Tengah tidak sekadar tempat berbelanja, tetapi juga ruang wisata budaya yang menyimpan identitas dan cerita panjang Kota Pontianak.









