KALBARHUB.COM – Semangat kemanusiaan dan ajakan untuk mencetak pendonor baru menjadi pesan kuat dalam kegiatan apresiasi pendonor darah yang digelar PMI Kota Pontianak, Senin (13/4/2026).
Salah satu pendonor yang telah mencapai 100 kali donor darah menekankan pentingnya peran bersama dalam memperluas jumlah pendonor di masyarakat.
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengajak para pendonor untuk turut menginspirasi orang lain agar mau mendonorkan darahnya.
“Kalau kita bisa, ajak minimal lima orang untuk jadi pendonor baru. Ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menceritakan awal mula dirinya menjadi pendonor darah saat masih berstatus mahasiswa di Jakarta pada era 1990-an. Saat itu, ia tergerak untuk mendonor karena ada kerabat yang membutuhkan darah.
“Saya pertama kali donor karena ada yang membutuhkan. Awalnya juga merasa takut, tapi setelah itu saya berpikir bagaimana bisa terus membantu orang,” tuturnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi saat itu, ia tetap berupaya membantu sesama dengan cara yang mampu ia lakukan, yakni melalui donor darah.
Menurutnya, donor darah memiliki makna yang sangat dalam karena dapat menjadi amal yang terus mengalir tanpa putus.
“Darah yang kita donor itu bisa membantu banyak orang. Ini seperti amal yang tidak terputus,” katanya.
Ia juga menilai donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor.
“Selain membantu orang lain, donor juga baik untuk kesehatan kita sendiri,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku bangga dan terharu atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pontianak kepada para pendonor, khususnya penerima penghargaan 100 kali donor.
Menurutnya, momen tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi para pendonor karena menerima penghargaan langsung dari kepala daerah.
“Ini kebanggaan bagi kami. Penghargaan ini akan kami simpan sebagai tanda syukur dan motivasi untuk terus mengajak masyarakat berdonor,” ungkapnya.
Ia berharap gerakan donor darah dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas di Kalimantan Barat.
“Ini bukan hanya soal donor, tetapi tentang kemanusiaan. Kita akan terus dorong agar semakin banyak masyarakat yang terlibat,” pungkasnya.








