KALBARHUB.COM – Pemerintah Kota Pontianak mengerahkan kekuatan penuh untuk memutus rantai kabut asap tahunan yang mulai mengancam kualitas udara. Tim terpadu lintas instansi kini mulai menyisir wilayah pinggiran kota untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca panas ekstrem.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa indikasi penurunan kualitas udara sudah mulai terlihat pada waktu tertentu. Pengawasan ketat kini difokuskan pada wilayah rawan seperti Pontianak Tenggara, Selatan, hingga Utara menggunakan teknologi drone guna memantau titik api dari udara.
Dandim 1207/Pontianak, Letkol Inf Robbi Firdaus, menginstruksikan seluruh Babinsa untuk bersiaga penuh melakukan pemadaman awal di tingkat kelurahan. Langkah ini penting agar bara api tidak merembet ke bawah permukaan gambut yang dikenal sangat sulit untuk dijinakkan jika sudah meluas.
“Jika situasi meningkat, Babinsa harus segera melapor agar penanganan dilakukan secara terkoordinasi dari posko,” ujarnya di Posko Jalan Sepakat 2, Sabtu (28/3/2026).
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, menambahkan bahwa sebanyak 95 personel polisi khusus telah diterjunkan untuk berpatroli secara responsif. Polisi tidak akan segan menerapkan sanksi pidana maupun penyegelan lahan bagi siapa saja yang terbukti sengaja memicu kebakaran lahan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan menindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Selain patroli, Dinas Pekerjaan Umum juga mulai menggali parit-parit di titik rawan seperti Parit Demang untuk memastikan ketersediaan sumber air. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga langit Pontianak tetap biru dan bebas dari gangguan kabut asap kiriman maupun kebakaran lokal.









