KALBARHUB.COM – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Dokter Umum RSUD SSMA, dr. Gita Risti Novianti, menjelaskan Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menjadi reservoir alami virus tersebut. Hewan ini dapat menularkan virus langsung ke manusia maupun ke buah-buahan.
“Virus Nipah dibawa oleh kelelawar buah. Penularan bisa terjadi langsung ke manusia atau melalui buah yang terkontaminasi, seperti nira atau aren,” jelasnya.
dr. Gita menyebut gejala awal infeksi Virus Nipah sering menyerupai flu. Kondisi ini membuat masyarakat sulit mengenalinya sejak dini.
“Gejalanya demam, nyeri otot, batuk, pilek, dan pada kondisi berat bisa terjadi kejang,” ungkapnya.
Ia menegaskan infeksi ini berbahaya jika tidak ditangani cepat.
Hingga kini, tenaga medis belum menemukan vaksin khusus maupun obat antivirus yang efektif melawan Virus Nipah pada manusia. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama.
dr. Gita mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bepergian ke luar negeri atau tinggal dekat habitat kelelawar.
“Hindari kontak dengan orang terinfeksi, gunakan masker saat bepergian, dan pilih buah yang bersih serta tidak ada bekas gigitan hewan,” ujarnya.
RSUD SSMA memastikan belum ada kasus Virus Nipah di Pontianak maupun di Indonesia. Meski begitu, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Pencegahan sejak dini penting agar penyakit ini tidak muncul di Indonesia,” tutup dr. Gita.










