KALBARHUB.COM – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi membuka Festival Bakcang 2026 yang diinisiasi oleh MABT Indonesia yang digelar di Waterfront Pontianak, Jumat (19/6/2026) kemarin.
Festival yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi momentum perayaan budaya sekaligus penguatan nilai toleransi dan keberagaman yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Kalimantan Barat. Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, penggiat pariwisata, organisasi budaya, dan jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ria Norsan mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga dan melestarikan tradisi masyarakat Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.
Menurutnya, Festival Bakcang tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menjelaskan filosofi bakcang yang memiliki empat sudut. Nilai tersebut meliputi Zizu yang mengajarkan rasa cukup, Gan En tentang rasa syukur, San Jie yang mendorong berpikir positif, serta Bao Rong yang mengajarkan sikap saling menerima dan menghargai sesama.
“Melalui tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini, kita belajar bahwa budaya bukan hanya identitas, tetapi juga media memperkuat kebersamaan, rasa syukur, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ria Norsan menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Barat merupakan modal sosial yang harus dijaga untuk memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.
Ia berharap Festival Bakcang terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
“Mari kita jaga budaya luhur yang telah ditinggalkan para leluhur agar dapat diwariskan kepada anak cucu kita. Walaupun hidup dalam keberagaman, mari terus bersatu membangun Kalimantan Barat,” tuturnya.
Menurutnya, di tengah arus globalisasi, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Tradisi yang diwariskan leluhur harus terus dihidupkan melalui berbagai ruang ekspresi budaya yang melibatkan generasi muda.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai festival dan kegiatan yang memperkuat identitas budaya daerah.
Festival Bakcang 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan daya tarik wisata, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.









