KALBARHUB.COM – Suasana Pasar Puring Siantan, Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak gempar setelah warga menemukan mayat seorang perempuan di lantai dua salah satu ruko, Senin (5/1/2026).

Jenazah tersebut diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, setelah warga mencium aroma menyengat yang berasal dari dalam ruko yang sudah lama tidak digunakan.

Anggota INAFIS Polresta Pontianak, AIPTU Agung Utomo, menyebut pihaknya menerima laporan dari Polsek Pontianak Utara terkait temuan tersebut.

“Kami mendapat laporan dari Polsek Pontianak Utara. Kanit Reskrim langsung menghubungi unit INAFIS terkait penemuan mayat perempuan di Pasar Puring,” ujar Agung.

Ia menuturkan, hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara menunjukkan tidak ditemukan identitas apa pun pada tubuh korban.

Kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk parah dan mengalami pembengkakan.

“Jenazah sudah mengalami dekomposisi. Kondisi wajahnya tidak lagi dapat dikenali,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan.

“Dari kondisi fisik jenazah yang sudah sangat bengkak, perkiraan waktu kematian sekitar lima hari,” jelas Agung.

Guna memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum.

Dalam olah TKP, petugas juga menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat bong sabu serta minuman beralkohol.

“Barang bukti tersebut sudah kami amankan dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga sekitar, tidak ada yang mengetahui identitas korban secara jelas.

Korban hanya dikenal dengan nama panggilan Yeni, tanpa diketahui alamat maupun pekerjaannya.

“Warga tidak mengenal korban. Hanya mengetahui nama panggilannya Yeni. Diduga korban merupakan gelandangan,” kata Agung.

Korban ditemukan di ruko yang telah lama kosong. Dari perkiraan sementara, usia korban diperkirakan sekitar 30 tahun lebih dengan postur tubuh kecil.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.

 

Penulis: Danish Imam Fahmi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.