KALBARHUB – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya hilirisasi dalam penulisan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.
Menurutnya, penulisan sejarah tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi harus memberi dampak nyata dan bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertema penguatan literasi dan refleksi sejarah di Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Fadli Zon menyebut penulisan sejarah sebagai tanggung jawab bersama para ilmuwan, termasuk sejarawan, arkeolog, antropolog, dan sosiolog. Ia menilai sejarah tidak cukup diwariskan secara lisan, tetapi perlu ditulis agar dapat terus dikaji dan dikembangkan.
Ia juga menegaskan bahwa naskah sejarah yang disusun secara serius perlu diarahkan ke pemanfaatan lanjutan, seperti menjadi sumber film, teater, atau karya seni lain, sehingga lebih mudah diakses publik dan memperkuat pemahaman sejarah.
Selain itu, Fadli Zon menyoroti pentingnya upaya menemukan kembali dan menyempurnakan identitas keindonesiaan di tengah pengaruh global. Ia menilai aspek ini masih belum banyak digali secara mendalam.
Menurutnya, selama ini banyak sejarah Nusantara ditulis oleh peneliti asing, sementara tradisi menulis sejarah di dalam negeri belum kuat.
Kehadiran Kementerian Kebudayaan diharapkan dapat mendorong lahirnya karya sejarah dari sejarawan Indonesia dengan sudut pandang nasional.
Dalam setahun terakhir, Kementerian Kebudayaan memfasilitasi penulisan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi.
Ke depan, kementerian juga merencanakan penulisan sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945-1949 serta sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Pajajaran.
Penulisan sejarah dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, dan penguatan karakter bangsa.
Pendekatan berbasis riset dan perspektif Indonesia diharapkan mampu membangun pemahaman sejarah yang utuh sekaligus mendorong pemanfaatannya ke berbagai medium kreatif dan memperkuat identitas nasional.






