KALBARHUB.COM – Suasana malam di tepian Sungai Kapuas mendadak riuh dengan dentuman meriam karbit yang menggelegar. Eksibisi permainan rakyat ini resmi dibuka di Gang Darsyad, Pontianak Tenggara, sebagai tradisi turun-temurun menyambut hari raya Idulfitri, Kamis (19/3/2026) malam.

Suara dentuman dari kayu gelondongan berukuran raksasa ini sukses memacu adrenalin warga yang memadati lokasi. Tradisi yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda ini diikuti oleh ratusan meriam yang tersebar di puluhan titik sepanjang sungai.

“Malam ini kita tetap melaksanakan pembukaan eksibisi. Dentuman meriam ini menjadi penanda kita menyambut Idulfitri,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Edi menjelaskan bahwa permainan ini mengandung filosofi gotong royong yang kuat. Proses pembuatan hingga membunyikan meriam melibatkan kerja kolektif masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.

Tahun ini tercatat ada 229 unit meriam karbit dengan diameter hingga 80 sentimeter yang ikut memeriahkan acara. Pemerintah kota berharap tradisi ikonik ini terus lestari sekaligus mampu menjadi magnet wisata yang mendorong ekonomi lokal.

Daya tarik meriam karbit bahkan memikat konten kreator asal Tanjung Pinang, Bedah, yang sengaja datang untuk melihat langsung. Menurutnya, sensasi suara dan visual meriam karbit sangat potensial dipromosikan hingga ke level internasional.

“Ini pengalaman pertama saya. Suasananya luar biasa, bukan hanya dentumannya yang khas, tetapi juga kebersamaan masyarakatnya,” ungkap Bedah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menambahkan bahwa lokasi eksibisi tersebar di 42 titik. Area permainan meliputi wilayah Pontianak Selatan, Tenggara, hingga Pontianak Timur untuk memastikan kemeriahan merata di sepanjang sungai.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.