KALBARHUB.COM – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan belanja modal tetap menjadi prioritas pada 2026 meski anggaran daerah menyusut. Pembangunan fisik dianggap memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Belanja modal itu investasi pemerintah yang dampaknya dirasakan semua warga. Infrastruktur, fasilitas kesehatan, sekolah, itu adil karena dinikmati semua orang, bukan hanya aparatur,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, Senin (5/1/2026).

Transfer keuangan daerah diperkirakan turun 5,17 persen, sehingga total APBD menyusut dari Rp2,219 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp2,096 triliun.

“Kalau pendapatan turun, belanja juga harus disesuaikan. Itu prinsip dasar pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Meski belanja pegawai dan barang/jasa berpotensi dikoreksi, belanja modal tetap dipertahankan karena berperan sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Dalam politik anggaran, belanja modal harus diprioritaskan karena dampaknya luas,” katanya.

Kinerja ekonomi Kota Pontianak juga menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan daerah sudah lebih dari 95 persen, realisasi belanja sekitar 91 persen, tingkat kemiskinan sekitar 4 persen, dan pengangguran 7,7 persen.

“Angka-angka itu menunjukkan hasil yang nyata. Fokus kita tetap memperkuat kesejahteraan masyarakat sambil menjaga sinergi program pemerintah pusat dan provinsi,” pungkas Amirullah.

Penulis: Bima Santosa

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.