KALBARHUB.COM – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya berupa kabut asap dan penurunan kualitas udara, tetapi juga krisis air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Merespons kondisi tersebut, PT iNova Pharmaceuticals Indonesia melalui Betadine Indonesia berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar menyalurkan bantuan air bersih, pemeriksaan kesehatan gratis, serta obat-obatan bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Betadine Indonesia dan PMI Kalbar dalam membantu masyarakat menghadapi dampak Karhutla, termasuk keterbatasan akses terhadap air bersih.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, yang turun langsung menemui warga, mengatakan dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga memengaruhi ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan kesehatan masyarakat.
“Kita melihat dampak Karhutla tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak kepada persediaan air bersih. Sampai hari ini banyak masyarakat masih membutuhkan air bersih. Di sini kami bekerja sama dengan PMI untuk menghadirkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujar Benyamin.
Selain menyalurkan air bersih, Betadine Indonesia dan PMI Kalbar menghadirkan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan gratis kepada warga. Menurut Benyamin, kondisi lingkungan akibat Karhutla berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Dari pemeriksaan tersebut, tim kesehatan menemukan sejumlah keluhan, termasuk infeksi saluran pernapasan dan luka yang membutuhkan penanganan medis.
“Misalnya kita temukan adanya kasus infeksi saluran pernapasan, lalu ada masyarakat yang terkena dampak luka sehingga mereka membutuhkan perawatan,” katanya.
Benyamin menambahkan, ketersediaan air bersih juga berperan penting dalam perawatan luka untuk mengurangi risiko infeksi akibat kuman dan bakteri.
“Untuk membersihkan luka perlu air bersih untuk menghindari adanya infeksi kuman dan bakteri. Sehingga ini yang kita hadirkan tentu saja dengan kerja sama yang luar biasa dengan PMI Kalbar,” ujarnya.
Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan distribusi air bersih dan pengobatan gratis merupakan bentuk kolaborasi untuk membantu masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan sumber air layak.
Menurutnya, Dusun Sidomulyo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena warga telah mengalami kesulitan air bahkan sebelum kekeringan terjadi.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan distribusi air bersih dan pengobatan gratis. Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.
Ia menjelaskan, sebagian warga mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Namun, dalam kondisi Karhutla, kualitas air hujan juga perlu diperhatikan karena berpotensi membawa partikel dari lingkungan yang terdampak asap.
“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat Karhutla sehingga kurang bersih,” jelasnya.
Melalui kerja sama dengan Betadine Indonesia, PMI Kalbar berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga yang masih membutuhkan pasokan meski hujan telah turun.
“Jadi kita berkolaborasi memberikan bantuan air bersih. Kita bekerja sama dengan Betadine Indonesia. Kita lihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan walaupun sudah hujan karena sumber air menjadi penting untuk konsumsi,” tambah Budiman.
Salah seorang warga Dusun Sidomulyo, Suminah, mengaku bantuan air bersih tersebut membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Selama ini, warga menggunakan air hujan dan air sumur untuk berbagai keperluan rumah tangga.
“Alhamdulillah ini ada bantuan. Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” ungkap Suminah.
Sementara untuk memasak dan minum, keluarganya masih harus membeli air hingga satu galon setiap hari.
“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” katanya.
Suminah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Betadine Indonesia bersama PMI Kalbar. “Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tuturnya.
Kegiatan di Dusun Sidomulyo tersebut melanjutkan kolaborasi Betadine Indonesia dan PMI Kalbar yang sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026), menggelar edukasi serta pemeriksaan kesehatan bagi relawan dan masyarakat di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.
Kegiatan sebelumnya melibatkan relawan gabungan pemadam Karhutla Pray for Kalimantan, petugas distribusi air bersih PMI Kalbar, tenaga kesehatan, serta tim Betadine Indonesia. Para relawan mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan, kesehatan diri, dan pertolongan pertama sebelum maupun saat menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.
Melalui rangkaian edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, dukungan kebutuhan medis termasuk antiseptik luka, serta distribusi air bersih, Betadine Indonesia dan PMI Kalbar berupaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan relawan dalam menghadapi dampak Karhutla.









