KALBARHUB.COM – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diwujudkan melalui kolaborasi PT Primadona Media Digitalindo (Primatelindo) bersama Indonesian Hotel General Managers Association (IHGMA) Kalimantan Barat.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan menyalurkan 5.000 masker dan vitamin kepada posko penanganan karhutla serta masyarakat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Bantuan disalurkan ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat. Penyaluran tersebut menjadi bentuk dukungan dunia usaha terhadap pemerintah dan petugas yang tengah menangani dampak karhutla.

Selain melalui posko, pembagian masker juga dilakukan secara langsung kepada masyarakat di kawasan Tugu Digulis Pontianak.

Perwakilan PT Primadona Media Digitalindo, Irhas, mengatakan kondisi karhutla tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat.

“Kami melihat kondisi karhutla ini bukan hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi kepedulian kita bersama. Melalui 5.000 masker dan vitamin yang kami salurkan, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para petugas yang berada di lapangan,” ujar Irhas.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi sederhana dari dunia usaha untuk mendukung masyarakat yang terdampak kondisi asap akibat karhutla.

Sementara itu, Ketua IHGMA Kalimantan Barat, Exsan, mengatakan kolaborasi antara organisasi dan pelaku usaha menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dampak karhutla.

Menurutnya, sektor perhotelan tidak hanya berperan dalam kegiatan bisnis dan pariwisata, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan di daerah.

“Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Barat, kami dari IHGMA merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian dalam situasi seperti ini. Kolaborasi dengan Primatelindo menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kami, terutama dalam membantu masyarakat melindungi diri dari dampak asap,” ungkap Exsan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk ikut peduli terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Barat.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Ridwan, mengatakan kondisi karhutla di Kalbar per 18 September 2026 menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik panas atau hotspot disebut semakin rendah.

Meski demikian, penanganan masih terus dilakukan, terutama di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan perhatian, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

“Per tanggal 18 September 2026, titik hotspot sudah semakin rendah. Kini fokus penanganan berada di wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang masih membutuhkan perhatian,” ujar Ridwan.

Ridwan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penanganan dampak karhutla. Menurutnya, bantuan masker dan vitamin dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun petugas yang berada di lapangan.

Melalui kolaborasi tersebut, Primatelindo dan IHGMA Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak asap sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi dan masyarakat dalam penanganan karhutla.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.