KALBARHUB.COM – PT Buana Megatama Jaya menyerahkan lima unit mesin penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kepada Kodim 1203/Ketapang, Kalimantan Barat.
Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung respons cepat terhadap potensi karhutla di Kabupaten Ketapang. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi dunia usaha, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.
Perwakilan PT Buana Megatama Jaya, Muryadi Usman, mengatakan bantuan lima unit mesin tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kesiapan petugas di lapangan.
“Pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui bantuan 5 unit mesin karhutla ini, kami berharap dapat ikut memperkuat kesiapsiagaan Kodim 1203/Ketapang, terutama dalam mendukung respons cepat apabila ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran di lapangan,” kata Muryadi.
Menurut Muryadi, penguatan sarana penanggulangan karhutla perlu dibarengi koordinasi serta pencegahan sejak dini. Ia menilai karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
“Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, TNI, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika diperlukan,” ujarnya.
PASI OPS Kodim 1203/Ketapang Kapten Inf. Andri Fitri mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, tambahan sarana penanggulangan kebakaran menjadi salah satu unsur penting untuk memperkuat kesiapan personel.
“Tambahan lima unit mesin karhutla ini akan mendukung kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam penanganan karhutla, kecepatan respons sangat penting agar api dapat dikendalikan sejak awal sebelum meluas,” ujar Andri Fitri.
Andri menegaskan, TNI membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak dalam mencegah dan menangani karhutla, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, pencegahan sejak awal lebih efektif dibandingkan menangani api setelah kebakaran meluas.
Kepala Desa Air Hitam, Hj. Samsidi, mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan karena masyarakat berada paling dekat dengan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
“Bagi desa, yang paling penting adalah bagaimana potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Dukungan sarana kepada aparat tentu akan membantu memperkuat kesiapsiagaan dan memberikan dukungan lebih cepat apabila masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Samsidi.
Tokoh masyarakat Hj. Ilmik juga menyambut baik dukungan tersebut. Ia berharap penguatan peralatan diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Masyarakat tentu menyambut baik dukungan ini. Kami berharap bukan hanya kesiapan peralatannya yang semakin baik, tetapi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran juga semakin kuat,” kata Ilmik.
Penyerahan lima unit mesin karhutla ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Kodim 1203/Ketapang dalam mendukung pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan karhutla serta meminimalkan risiko kebakaran meluas.









