KALBARHUB.COM – Pebulutangkis muda Bima Al Ayman Modjo, putra dari Duta Sheila On 7, harus mengakhiri kiprahnya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil China, Liu Yu Xuan.

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Bima menyerah dalam dua gim dengan skor 6-21 dan 14-21.

Bima mengakui belum tampil maksimal sejak awal pertandingan. Ia menilai lawan mampu membaca arah permainannya dengan lebih baik, sementara dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan.

“Dari segi kesiapan, saya merasa memang masih kurang. Saya masih beradaptasi dengan lapangan sehingga pergerakan saya masih sangat lambat,” ujar Bima.

Memasuki gim kedua, permainan Bima mulai membaik. Ia sempat terlibat kejar-kejaran poin sebelum interval dan mulai menemukan pola permainan untuk memberikan perlawanan.

Namun, selepas interval 11 poin, Bima kembali kehilangan kendali permainan. Sejumlah kesalahan sendiri membuat Liu Yu Xuan kembali menjauh hingga akhirnya mengamankan kemenangan.

“Setelah interval 11 poin, saya kembali kehilangan permainan. Saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” katanya.

Selain persoalan adaptasi, Bima juga mengalami kendala pada bagian kaki akibat kapalan yang sempat berdarah. Ia mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu, meski bukan cedera serius.

Menurut Bima, kondisi angin di lapangan tidak jauh berbeda dengan yang ditemuinya pada Polytron Pontianak International Challenge sebelumnya. Ia menilai para pemain memang dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Bima juga sempat terkejut ketika melihat kondisi arena yang sedikit berasap saat memasuki lapangan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas aman.

Untuk agenda berikutnya, Bima berencana mempertimbangkan keikutsertaannya pada Sirkuit Nasional di Yogyakarta pekan depan dan Thailand International Series pada pekan berikutnya. Padatnya jadwal pertandingan membuatnya perlu mengevaluasi kembali kondisi fisik dan kesiapan sebelum menentukan turnamen berikutnya.

“Jadwal pertandingan saya cukup beruntun. Minggu lalu bertanding, minggu ini bertanding, dan minggu depan ada agenda di Yogyakarta. Jadi, mungkin masih saya evaluasi lagi,” ujarnya.

Dari hasil pertandingan ini, Bima menyebut kemampuan beradaptasi dan membaca permainan lawan menjadi evaluasi utama.

“Saya harus lebih cepat beradaptasi, terutama dalam membaca permainan lawan. Tadi saya merasa masih sangat lambat dan dari segi kesiapan juga memang masih kurang,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.