KALBARHUB.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Panca Bhakti Pemadam Kebakaran menjadi momentum memperkuat solidaritas pemadam kebakaran swasta sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kalimantan Barat. Perayaan setengah abad tersebut dimeriahkan dengan pawai dan atraksi Pancabakti Run yang diikuti puluhan tim pemadam kebakaran swasta dari berbagai daerah.
Ketua Dewan Pembina Panca Bhakti Pemadam Kebakaran, Abi Hasni Thamrin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pemadam kebakaran swasta yang telah berpartisipasi memeriahkan peringatan HUT ke-50 Panca Bhakti.
“Pada peringatan yang ke-50 ini, tentu kami tidak lupa mengucapkan terima kasih atas partisipasi para pemadam kebakaran swasta. Hampir 90 persen peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Bahkan ada yang datang dari Singkawang dan daerah-daerah yang cukup jauh. Kurang lebih ada 80 tim yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Menurut Abi, peserta tidak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga dari Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Barat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas dan semangat kebersamaan yang selama ini terjalin di antara komunitas pemadam kebakaran swasta.
“Kalian adalah wujud semangat kebersamaan Damkar Swasta Kalimantan Barat,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap peringatan HUT ke-50 Panca Bhakti tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam menghadapi ancaman kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Momentum HUT Damkar Panca Bhakti yang ke-50 ini menjadi sarana silaturahmi dan kolaborasi bersama untuk bersinergi memadamkan api, terutama kebakaran lahan,” katanya.
Menurut Edi, sinergi tidak hanya dibutuhkan di Kota Pontianak, tetapi juga di wilayah sekitar yang berpotensi terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan karena ancaman kebakaran tidak hanya terjadi pada lahan, tetapi juga bangunan.
“Kita harus waspada. Bukan hanya kebakaran lahan, tetapi juga kebakaran bangunan,” ujarnya.
Edi juga menyoroti kondisi kualitas udara yang mulai mengalami penurunan, terutama pada malam hari akibat tekanan udara yang rendah sehingga partikel asap mulai terakumulasi di Kota Pontianak.
“Kalau malam hari agak rentan karena tekanan udara rendah, sehingga kualitas udara sudah mulai kurang sehat. Partikel asap sudah mulai ada di Kota Pontianak,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, kebakaran yang sempat terjadi di wilayah Kota Pontianak memiliki luas sekitar satu hektare dan telah berhasil dipadamkan.
“Kalau yang di kota sekitar satu hektare, tetapi sudah padam tadi pagi,” ungkapnya.
Ia memastikan asap yang menyelimuti Kota Pontianak saat ini bukan berasal dari kebakaran di dalam kota, melainkan kiriman dari wilayah lain.
“Asap yang ada di Pontianak merupakan asap kiriman,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak akan terus meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran melalui monitoring harian serta menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan apabila kembali muncul titik api.
“Kita akan terus melakukan antisipasi dan monitoring setiap hari, serta melakukan upaya-upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Edi menyampaikan apresiasi kepada Panca Bhakti yang selama lima dekade telah menjadi bagian penting dalam membantu penanganan kebakaran di Kalimantan Barat.
“Pesan saya, terus semangat. Panca Bhakti telah berkiprah selama puluhan tahun dan terus menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran,” pungkasnya.









