KALBARHUB.COM – Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai masih lesu, Polsek Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 untuk menggerakkan roda perekonomian warga.
Selama 24 Juni hingga 4 Juli 2026, halaman Mapolsek Pangkalan Banteng disulap menjadi pusat festival budaya, bazar UMKM, dan berbagai wahana hiburan yang diharapkan mampu menarik keramaian dan meningkatkan omzet pelaku usaha lokal.
Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang bukan sekadar perayaan seremonial HUT Bhayangkara, melainkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas dan berusaha.
“Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Pangkalan Banteng. Kita melihat kondisi ekonomi belakangan ini cukup lesu, sehingga kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berusaha,” kata Agung.
Festival yang mengusung konsep pelestarian budaya, hiburan rakyat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu melibatkan pelaku UMKM lokal serta penyedia wahana permainan.
Seluruh pelaku usaha diberikan kesempatan berjualan dengan biaya yang sangat ringan agar manfaat ekonomi dari peringatan HUT Bhayangkara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memasarkan produknya kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain bazar UMKM, festival juga akan menampilkan berbagai kesenian tradisional yang berkembang di wilayah setempat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterlibatan Sanggar Manunggal Budaya yang telah berkiprah selama satu dekade di Pangkalan Banteng.
“Manunggal Budaya sudah berkiprah selama 10 tahun. Kami memfasilitasi kegiatan ini untuk merayakan hari jadinya sekaligus membudayakan kembali masyarakat agar mencintai kesenian, khususnya budaya Jawa yang ada di Pangkalan Banteng,” ucapnya.
Tak hanya menghadirkan pertunjukan seni budaya, festival juga menyediakan berbagai wahana permainan rakyat dan hiburan keluarga. Salah satu yang diprediksi menjadi magnet pengunjung adalah wahana uji nyali rumah hantu yang dibuka untuk masyarakat.
Menurut Agung, kehadiran berbagai wahana hiburan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke lokasi festival.
Semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang terjadinya perputaran uang yang berdampak positif terhadap pendapatan pedagang dan UMKM yang berpartisipasi.
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan kolaborasi Sanggar Manunggal Budaya bersama sinden Manohara pada malam pembukaan. Sementara pada malam penutupan, masyarakat akan dihibur oleh penampilan Ratu Kendang.
Selain hiburan, pada 1 Juli mendatang juga akan digelar pengajian sebagai bentuk rasa syukur dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Agung mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan festival tersebut. Bahkan, warga akan diajak makan bersama di lingkungan Mapolsek Pangkalan Banteng sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat datang ke kantor polisi bukan hanya saat ada masalah. Kali ini kami mengundang masyarakat untuk berhibur, bersilaturahmi, menikmati kesenian, wahana permainan, dan berbagai kegiatan positif lainnya,” katanya.
Meski menghadirkan berbagai hiburan, Polsek Pangkalan Banteng tetap mengingatkan pengunjung untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat, khususnya generasi muda, juga diimbau menjauhi narkoba, minuman keras, serta tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.
“Kita ingin semua masyarakat datang dengan gembira, menikmati hiburan yang ada, dan pulang dengan membawa kesan positif dari kegiatan HUT Bhayangkara ini,” pungkas Agung.









