KALBARHUB.COM – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dialogis di Ruang Sabang Merah Kantor Bupati Sanggau, Rabu (25/2/2026), yang membahas evaluasi dua tahun kepemimpinan dan strategi peningkatan indikator pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang berada di angka 72,09 dan masih menempati posisi kelima di Pulau Kalimantan. Salah satu tantangan utama adalah sekitar 25 persen masyarakat belum lulus jenjang SMA.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sanggau mengoptimalkan program Paket C bagi warga yang telah bekerja namun belum memiliki ijazah setara SMA.
“Libatkan sektor swasta melalui CSR dan tingkatkan IPM di level desa dan kecamatan. Kenaikan di akar rumput akan otomatis mendongkrak IPM kabupaten dan provinsi,” ujarnya.
Selain pendidikan, pertemuan juga membahas pengelolaan keuangan daerah, khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Kendaraan Dinas. Ia mengapresiasi skema baru yang memberikan porsi 70 persen untuk kabupaten dan 30 persen untuk provinsi.
Menurutnya, Kabupaten Sanggau memiliki potensi tunggakan pajak kendaraan dinas sekitar Rp670 juta. Jika diselesaikan, daerah berpotensi menerima DBH hingga Rp47 miliar.
“Kita pastikan BKAD segera mentransfer dana tersebut setelah kewajiban pajak diselesaikan,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan diskusi bersama jajaran Pemkab Sanggau guna merumuskan langkah strategis yang lebih terstruktur dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.










